Jepang Masih Kaji Rencana Kenaikan Pajak Berikutnya

Jepang Masih Kaji Rencana Kenaikan Pajak Berikutnya

Senin, 20 Oktober 2014 13:50:54 WIB

Monexnews - Dalam wawancara dengan harian Financial Times, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sinyalkan kemungkinan penundaan rencana kenaikan pajak berikutnya jika terlalu memberikan dampak buruk bagi ekonomi. Jepang telah menaikan pajak penjualan dari 5% menjadi 8% pada April 2014 demi meningkatkan pendapatan pemerintah. Pasar cukup khawatir dengan kemampuan pembayaran utang pemerintah Jepang dengan rasio utang yang telah melewati 200% GDP. Belum ada resiko yang signifikan atas obligasi pemerintah Jepang mengingat 90% obligasi tersebut dipegang oleh penduduk Jepang yang cenderung memiliki outlook investasi jangka panjang.

"Kenaikan pajak penjualan akan memiliki arti yang kurang jika memberikan dampak negatif yang terlalu besar bagi perekonomian. Rencana kenaikan pajak berikutnya dimaksudkan untuk mengamankan pendanaan untuk generasi masa depan. Namun, dengan Jepang yang tengah mengakhiri ancaman deflasi maka kita tidak boleh kehilangan kesempatan ini," tutur Abe.

Jepang dijadwalkan akan kembali menaikan pajak penjualan dari 8% menjadi 10% tahun depan sebagai kebijakan reformasi lebih lanjut. Namun, kenaikan pajak April telah membuat perekonomian Jepang berkontraksi 7,1% di kuartal kedua 2014. Abe masih mencermati kondisi perekonomian sebelum mengambil keputusan final atas rencana kenaikan pajak pada bulan Desember. Namun, serangkaian data ekonomi Jepang terakhir cukup mengecewakan dan ini mungkin dapat mempengaruhi sikap Abe atas rencana tersebut. (fr)


(fr)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search