Jumlah Warga Kaya di AS Lebih Banyak dari Sebelum krisis

Jumlah Warga Kaya di AS Lebih Banyak dari Sebelum krisis

Senin, 17 Maret 2014 13:57:48 WIB

Monexnews - Meskipun kondisi lapangan kerja dan pertumbuhan GDP belum sepenuhnya ideal, Amerika Serikat bisa dikatakan sudah pulih dari bencana krisis finansial. Pendapat itu cukup relevan, terutama jika penilaiannya hanya mengacu pada peningkatan jumlah warga kaya. Laporan terbaru dari lembaga survei Spectrem Croup menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga di Amerika Serikat yang memiliki aset kekayaan di atas $1 juta melonjak ke angka 9.63 juta di tahun 2013. Penghitungan total kekayaan per rumah tangga tersebut belum termasuk dengan aset properti seperti rumah dan tanah. Jumlah rumah tangga golongan kaya melonjak 600.000 dibandingkan catatan tahun 2012, sekaligus menandai rekor tertingginya dalam sejarah. Sebelum krisis melanda Amerika tahun 2007 silam, rekor jumlah warga kaya tercatat sebesar 9.2 juta rumah tangga di tahun 2007. Adapun rekor paling rendahnya tercapai di tahun 2008, yakni pada angka 6.7 juta, akibat terpengaruh oleh efek krisis keuangan. "Pada tahun 2013 inilah kita sampai pada level pra-krisis, di mana jumlah warga kaya mencapai titik tertingginya," ujar George Walper, President Spectrem Group. Angka $1 juta sendiri dipakai sebagai nominal acuan dalam perhitungan karena dianggap cukup mewakili standar kemakmuran sebuah keluarga Amerika. Berbanding lurus, jumlah warga super-kaya dengan aset harta di atas $5 juta dan $25 juta juga meningkat ke rekor baru. Terdapat sebanyak 1.24 juta rumah tangga menikmati kekayaan lebih dari $5 juta, atau lebih banyak dibandingkan catatan tahun 2008 yang hanya 840.000. Sementara total warga yang menguasai aset lebih dari $25 juta meningkat dari 84.000 menjadi 132.000 rumah tangga. "Sebagian besar dari mereka memiliki kekayaan sebanyak itu dengan menambah kepemilikan saham dan membeli properti saat Amerika terkena krisis dulul," imbuh Walper. Maka tidak heran jika banyak orang yang mulai menikmati kenaikan harga aset investasinya di saat kondisi ekonomi membaik seperti sekarang ini. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search