Kanselir Jerman: Yunani Harus Mau Melakukan Reformasi 'Kejam'

Kanselir Jerman: Yunani Harus Mau Melakukan Reformasi 'Kejam'

Jum'at, 05 Juni 2015 10:34:40 WIB

Monexnews - Negosiasi hutang Yunani masih belum membuahkan hasil meski pihak-pihak yang berunding mulai menemukan titik terang. Pemerintah Athena berada dalam tekanan hebat karena tidak punya uang untuk membayar cicilan hutang yang akan jatuh tempo hari ini. Pasca terjadinya deadlock dalam pertemuan terakhir antara Yunani dan pihak kreditur (Dana Moneter Internasional, Bank Sentral Eropa dan Uni Eropa), Kanselir Jerman mengatakan bahwa krisis hanya bisa diakhiri jika ada salah satu pihak yang mau mengalah. Khusus untuk Yunani, Angela Merkel menilai pemerintahnya harus mau menyepakati skema bailout yang ditentukan oleh kreditur. Ia juga meminta Yunani untuk meniru Irlandia, yang telah berani melakukan kebijakan 'kejam' demi memulihkan perekonomian nasionalnya. "Irlandia mau melakukan program (efisiensi) yang menyakitkan, dan inilah yang harus dicontoh oleh Yunani supaya bisa tetap berada di zona Euro," katanya kepada CNN. Merkel sendiri turut ambil bagian dalam proses penyelesaian krisis mengingat posisi pentingnya sebagai kepala negara perekonomian terbesar Eropa. Ia sudah mengadakan meeting dengan Presiden Prancis, bos Bank Sental Eropa (ECB) dan Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Senin lalu untuk mendiskusikan berita perkembangan Yunani. Ketiganya sepakat untuk menyodorkan klausul bailout baru disertai syarat-syarat program penghematan. Namun sampai dengan pertemuan terakhir kemarin, pemerintah Yunani yang diwakili oleh Perdana Menteri Alexis Tsipras belum mau meneken kesepakatan karena menganggap permintaan kreditur terlalu kejam. Yunani harus membayar cicilan hutang kepada IMF senilai 300 juta Euro ($336 juta) selambatnya hari ini dari total tanggungan 1,6 miliar Euro yang harus dilunasi bulan Juni. Tetapi seperti diketahui, pemerintahnya kehabisan uang untuk melunasi hutang terdahulu yang akan jatuh tempo dalam beberapa pekan ke depan. Tanpa suntikan modal baru minimal 7,2 miliar Euro ($7,9 miliar), negara ini tidak akan bisa melunasi hutang lamanya kepada IMF serta membayar gaji pegawai dan dana pensiun. Pihak Athena masih bisa menjalankan roda pemerintahan bulan lalu dengan memakai dana darurat dan uang tunai yang dikumpulkan oleh badan pemerintah dan pemda-pemda. Jika tidak bisa mendapatkan uang dalam waktu cepat, Yunani terancam bangkrut (default) dan terdepak keluar dari zona Euro. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search