Kantor Pemerintah Tutup, Rilis Payrolls Terancam Molor

Kantor Pemerintah Tutup, Rilis Payrolls Terancam Molor

Senin, 30 September 2013 11:01:30 WIB

Monexnews - Aktivitas pemerintah negara-negara bagian Amerika Serikat terancam beku akibat ludesnya dana untuk keperluan operasional. Kongres belum merestui permohonan pemerintah untuk menaikkan ambang batas hutang negara. Tanpa adanya lampu hijau dari pihak legislatif, pemerintah tidak bisa mengakses dana segar untuk bekerja seperti biasa. Banyak aspek ekonomi dan bisnis yang akan terpengaruh oleh terhentinya sokongan dana ke kas pemerintah federal. Infrastruktur layanan publik terancam mandek, termasuk fasilitas teknologi informasi seperti website, server dan sumber daya lain manusia yang mengurusnya. Update data-data dan laporan penting kemungkinan tidak bisa diakses oleh masyarakat untuk sementara waktu, termasuk rilis indikator ekonomi, yang dibutuhkan oleh pelaku bisnis sebagai materi pertimbangan investasinya. Komisaris Kantor Statistik Tenaga Kerja Amerika, Erica Groshen, dalam memonya akhir pekan lalu menyatakan bahwa seluruh survei ekonomi dan program operasional akan beku sehingga website publik tidak bisa diperbarui. Nyaris sebanyak 2400 pegawai lembaga itu juga terancam tidak bisa bekerja seperti biasa. Bahayanya, beberapa data ekonomi penting dijadwalkan keluar pekan ini dan penundaan rilis hanya akan menciptakan gejolak di pasar modal. Pemerintah sendiri belum memastikan laporan ekonomi penting mana saja yang tetap rilis ketika 'shutdown' berlaku. Namun bukan tidak mungkin data-data ekonomi kelas berat ditunda peluncurannya akibat pembekuan aktivitas badan-badan terkait. Skenario tertundanya pengumuman Non-farm Payrolls Jumat besok (04/10) belum bisa dipastikan untuk saat ini. Walaupun aktivitas pemerintah stagnan, departemen tenaga kerja bisa saja diinstruksikan untuk merilis payrolls sesuai jadwal mengingat efeknya sangat besar terhadap perekonomian. Hal serupa sesungguhnya pernah terjadi pada tahun 1995, saat aktivitas pemerintah beku di bawah pemerintahan Bill Clinton. Kala itu, Gedung Putih menginstruksikan laporan inflasi (CPI) diumumkan sesuai jadwal karena data-data sudah siap dirilis kepada publik. Di sisi lain, pemerintah khawatir akan adanya risiko guncangan di pasar keuangan apabila hasil survei indeks harga konsumen itu ditunda penerbitannya. Erica Groshen menegaskan bahwa laporan tenaga kerja baru bisa diumumkan Jumat besok hanya apabila ada izin dari kantor anggaran pemerintah. Walaupun seluruh pegawai diliburkan karena pembekuan aktivitas, badan tenaga kerja siap menugaskan beberapa orang untuk mengurus pengumumannya. Sementara untuk data pengangguran mingguan yang dijadwalkan keluar hari Kamis (03/10), Departemen Tenaga Kerja kemungkinan dapat mempublikasikannya sesuai jadwal. Kantor anggaran sendiri berencana menghentikan seluruh aktivitas pemerintahan karena kehabisan dana. Beberapa laporan ekonomi lain yang terancam ditunda pengumumannya yakni data construction dan factory orders pada hari Selasa (01/10) dan Kamis (03/10). Juru bicara departemen perdagangan, Sarah Horowitz, memastikan pihaknya tidak akan merilis kedua laporan karena 'shutdown'. Sebagian besar departemen menunggu instruksi Gedung Putih dalam penayangan laporan ekonomi di tengah terhentinya operasional pemerintah. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search