Konflik Perdagangan Kian Memanas Menyusul Tarif Baru dari Kanada

Konflik Perdagangan Kian Memanas Menyusul Tarif Baru dari Kanada

Senin, 02 Juli 2018 16:12:20 WIB
Tak hanya Uni Eropa, negara-negara lain berencana mengenakan tarif balasan pada produk asal Amerika Serikat (AS), terutama produk pertanian.

Konflik perdagangan global tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat, sebaliknya malah akan meningkat secara besar-besaran pada waktu mendatang.

Hal ini ditandai dengan tarif baru dikenakan oleh Kanada untuk daging sapi asal AS mulai hari ini, disusul China dan Meksiko yang akan mengenakan tarif impor daging babi asal AS. China juga merencanakan tarif 25 persen untuk kedelai pada tanggal 6 Juli mendatang dan Meksiko berencana memberlakukan tarif 20 persen pada "daging putih lainnya" asal AS dan akan dimulai pada 5 Juli mendatang.

Uni Eropa sendiri sudah mengenakan tarif senilai $ 3,2 miliar pada produk AS, efektif berlaku 22 Juni lalu. Sebagian besar tarif mencapai 25 persen, dan mencakup berbagai produk AS, termasuk sepeda motor, kapal, wiski, dan selai kacang. Ketiga sekutu AS mengumumkan tarif baru sebagai tanggapan terhadap keputusan pemerintah Trump untuk mengenakan pungutan pada produk baja dan aluminium impor untuk alasan "keamanan nasional".

Sebagai tambahan, China sedang mempersiapkan untuk memberlakukan tarif baru sebesar 25 persen pada 545 produk AS senilai $ 34 miliar, termasuk kedelai dan beberapa produk susu.

Tarif Balasan Kanada
Kanada telah menerapkan tarif 10 persen dikenakan pada produk AS senilai $ 12,5 miliar, antara lain cokelat, saus tomat, yogurt, daging sapi, kopi panggang berkafein, jus jeruk, sirup maple, saus salad, dan sup.

Susu adalah salah satu poin yang mencuat antara AS dan Kanada dalam renegosiasi NAFTA, Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. Keputusan Kanada mengenakan tarif impor pada yogurt asal AS diperkirakan untuk mendapatkan perhatian Ketua DPR AS Paul Ryan yang berasal dari negara bagian Wisconsin. Impor yogurt Kanada dari AS mencapai hanya $ 3 juta tahun lalu, dan sebagian besar berasal dari pabrik yang berlokasi di Wisconsin.

(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search