Korea Mulai Gerah dengan Kebijakan Moneter Jepang

Korea Mulai Gerah dengan Kebijakan Moneter Jepang

Rabu, 29 Mei 2013 18:04:37 WIB

Monexnews - Kebijakan moneter agresif pemerintah Jepang mulai membuat beberapa pihak terganggu, khususnya pemerintah negeri tetangga. Korea Selatan adalah salah satu rival ekspor yang mulai gerah dengan penurunan daya saing produknya di luar negeri akibat pelemahan nilai tukar Yen sejak akhir tahun lalu. Menteri Keuangan Korea Selatan hari ini menyatakan dukungannya terhadap apa yang sedang dilakukan oleh Jepang untuk menggenjot perekonomian domestik. Namun demikian, ia memperingatkan adanya konsekuensi negatif di pasar uang, khususnya akibat penurunan nilai tukar Yen yang cukup ekstrim. Tokyo bertekad mencapai target inflasi 2% dalam dua tahun ke depan dengan berbagai cara, salah satunya dengan membeli 70% obligasi pemerintah yang baru diterbitkan. "Disengaja atau tidak, pelonggaran moneter besar-besaran (Jepang) berdampak pada volatilitas nilai tukar di Korea dan negara tetangga lainnya," ujar Hyun Oh Seok dalam konferensi Organization for Economic Cooperation and Development di Paris. Mata uang Korea sendiri sudah menguat sampai 30% dalam dua tahun terakhir dan sektor ekspor kini harus berjuang keras untuk menyaingi perusahaan asal Jepang di pasar luar negeri. "Sekali lagi, kita harus mencermati efek dari apa yang dilakukan suatu negara terhadap negara lain," sindir Hyun dalam pidatonya. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search