Kuroda: Dampak Kenaikan Pajak Jepang Dapat Dibendung

Kuroda: Dampak Kenaikan Pajak Jepang Dapat Dibendung

Senin, 05 Mei 2014 18:33:50 WIB

Monexnews - Dampak kenaikan pajak konsumsi terhadap perekonomian Jepang tidak seburuk yang ditakutkan, ucap kepala bank sentral Jepang, yang memprediksikan dampak kenaikan pajak tersebut masih terkendali dan pemulihan ekonomi akan berlanjut pada kuartal ketiga. Jepang menaikkan pajak penjualan bulan lalu menjadi 8% dari 5% untuk menurunkan jumlah hutangnya yang sudah menutup, Jepang memiliki rasio hutang terhadap GDP terbesar kedua di dunia, namun keputusan tersebut diserang oleh kritik yang memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat menghampat pemulihan ekonomi.

Gubernur

Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengingatkan bahwa sementara tingkat konsumsi telah turun seacra dramatis sejak kenaikan pajak, ia masih optimis perekonomian Jepang dapat terlepas dari dampak buruk tersebut. "Sesaat sebelum kenaikan pajak konsumsi, tingkat kosnumsi pada barang yang tidak dapat dikirim, seperti otomotif dan lainnya melejit, meski saat ini turun cukup tajam. Namun, penurunan pasca kenaikan pajak telah diperkirakan atau lebih sedikit dari yang kami perkirakan," ucap Kuroda. "Sehingga menurut kami dampak kenaikan pajak konsumen dapat dibendung dan perekonomian akan mulai pulih pada kuartal Juli-September, tambahnya.

BOJ juga menetapkan target kenaikan inflasi tingkat konsumen menjadi 2% pada akhir tahun fiskal 2015/2016, yang mana menurut Kuroda masih berada dalam jalur. "Saat kami memulai kerangka kebijakan moneter yang baru pada April lalu, tingkat inflasi berada pada -0.5%. Saat ini berada pada 1.3%. Sehingga dalam 12 bulan, situasi inflasi telah berubah secara signifikan," ucap Kuroda. Mengenai laju pertumbuhan upah, yang sulit meyamai kenaikan laju inflasi, Kuroda mengatakan tingkat pengangguran yang masih berada dekat level rendah 7 tahun pada 3.6% di bulan Maret, adalah sinyal yang baik. "Tingkat upah mulai naik dan kami memperkirakan nominal gaji akan terus naik, bersama dengan membaiknya situasi tenaga kerja yang berarti bahwa pendapatan perusahaan akan naik sekitar 3%," ucapnya.

Kuroda menolak berkomentar lebih dalam mengenai prospek langkah tambahan dari BOJ, yang berjanji untuk meningkatkan suplai uang pada laju tahunan sebeasr 60 trilyun yen hingga 70 trilyun yen, namun mengatakan petinggi BOJ siap mengambil tindakan jika dibutuhkan. "Target inflasi konsumen sebesar 2% masih jauh. Kita baru berada pada setengah jalan sejauh ini, namun masih ada banyak resiko termasuk resiko penurunan jika dibutuhkan kami dapat menambahkan atau menyesuaikan kebijakan moneter kami tanpa keraguan," ucapnya. "Dalam tahap ini perekonomian telah berhasil menghadapi dampak kenaikan pajak konsumsi, sehingga situasi domestik mungkin baik-baik saja, namun faktor eksternal sulit diprediksi dan diatasi," tambahnya.

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search