Lelang SBSN, Pemerintah Kembali Serap Rp2,6 Triliun Lebih

Lelang SBSN, Pemerintah Kembali Serap Rp2,6 Triliun Lebih

Rabu, 08 April 2015 17:05:25 WIB

Monexnews - Dalam lelang empat seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (7/4) kemarin, pemerintah kembali berhasil menyerap Rp2,635 triliun dana masyarakat yang akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015. Dari keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko tercatat, total penawaran yang masuk dalam lelang kemarin mencapai Rp5,397 triliun, atau sekitar dua kali lipat dari jumlah nominal yang dimenangkan. Secara rinci, empat seri SBSN yang dilelang kemarin yakni seri SPN-S 08102015, PBS006, PBS007, dan PBS008. Seri SPN-S 08102015 merupakan SBSN jangka pendek yang akan jatuh tempo pada 8 Oktober 2015. Total penawaran yang masuk untuk seri ini mencapai Rp2,7 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp500 miliar. Sementara itu, seri PBS006, PBS007 dan PBS008 merupakan SBSN berbasis proyek. Seri PBS006 yang akan jatuh tempo pada 15 September 2020 mencatatkan total penawaran masuk sebesar Rp287 miliar. Jumlah nominal yang dimenangkan untuk seri ini sebesar Rp135 miliar. Sementara, seri PBS007 yang akan jatuh tempo pada 15 September 2040 mencatatkan total penawaran sebesar Rp1,095 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp1 triliun. Terakhir, seri PBS008 yang akan jatuh tempo pada 15 Juni 2016 mencatatkan total penawaran sebesar Rp1,315 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp1 triliun.(wa) Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia www.kemenkeu.go.id *disadur tanpa penyuntingan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search