Mantan Bos ECB Optimis Zona Euro Membaik Tahun Depan

Mantan Bos ECB Optimis Zona Euro Membaik Tahun Depan

Kamis, 26 Desember 2013 13:27:57 WIB

Monexnews - Mantan panglima European Central Bank (ECB) optimis kalau pertumbuhan ekonomi global meningkat di tahun 2014. Jean-Claude Trichet menilai kebijakan akomodatif bank-bank sentral akan menjadi senjata untuk memperbaiki reformasi ekonomi, khususnya di zona Euro. Kepada CNBC, Trichet mengatakan bahwa beberapa negara secara mengejutkan pulih lebih cepat dari resesi dan krisis hutang. "Mungkin masih ada trend perlambatan di beberapa negara berkembang, namun jika mempertimbangkan faktor fundamental yang ada seharusnya 2014 bisa menjadi momentum bagus," ujar pria berkebangsaan Prancis ini. Selama dua tahun terakhir, beberapa negara giat memperlonggar kebijakan moneternya untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Keseimbangan neraca fiskal mulai terbangun berkat program pemangkasan anggaran dalam jumlah besar. Meskipun penghematan nasional di Yunani, Irlandia, Portugal, Spanyol dan Italia berperan dalam menciptakan resesi dan kenaikan jumlah pengangguran, efek jangka panjangnya cenderung positif. Dengan menelan pil pahit akibat pemangkasan belanja negara, stabilitas kawasan semakin terjaga dari tahun ke tahun. Pun demikian, optimisme Trichet masih bisa diperdebatkan karena beberapa indikator belum mencerminkan suatu pemulihan yang solid. Di kuartal III lalu, GDP tahunan zona Euro hanya naik 0.1%, atau lebih rendah dibandingkan catatan kuartal II yang plus 0.3%. Sementara angka pengangguran masih terpantau di level tinggi 12.1% (Oktober). Petimbangan inilah yang mendorong agensi rating Standard & Poor's (S&P) untuk memangkas long-term credit rating zona Euro hari Jumat lalu dari AAA menjadi AA. S&P menggarisbawahi buruknya proses negosiasi anggaran di beberapa negara penting. Pada kesempatan yang sama, pemimpin ECB periode 2003-2011 ini juga memuji sikap bank-bank sentral yang sudah menjalankan mandat konstitusi dengan baik. Namun ia juga menyebut otoritas masih harus berhadapan dengan efek pengurangan stimulus bank sentral Amerika. "Saya rasa Federal Reserve telah menghitung dampak kebijakannya terhadap negara-negara lain," tutup Trichet. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search