Manufaktur China di Bulan Desember Masih Berkontraksi

Manufaktur China di Bulan Desember Masih Berkontraksi

Rabu, 31 Desember 2014 09:37:59 WIB

Monexnews - Indeks pabrik China melemah ke level terendah tujuh bulan di bulan Desember, bertahan di dekat pembacaan sebelumnya dan memberikan tekanan kepada para pembuat kebijakan untuk memberikan dukungan yang lebih besar untuk negara dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Pembacaan akhir indeks manajer pembelian (PMI) dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics berada di level 49.6 pada bulan ini dari 50 di bulan November, dibandingkan dengan pembacaan pada tanggal 16 Desember di level 49.5, pembacaan dibawah level 50 indikasikan kontraksi. Estimasi median dari delapan analis dalam survei Bloomberg menunjukkan level 49.5.

Terperosok dalam kelebihan kapasitas industri, turunnya harga pabrik dan merosotnya harga perumahan, telah membuat China menuju ekspansi ekonomi yang paling lambat sejak tahun 1990. Bank sentral, yang telah memangkas suku bunga acuan di bulan November, telah memperluas alat-alat kebijakan moneter mereka untuk mendukung pertumbuhan, membebaskan lebih banyak dana untuk lembaga pemberi pinjaman di tahun 2015 dengan memperluas definisi dari deposito dan meningkatkan likuiditas dengan sembunyi-sembunyi setidaknya sebanyak empat kali dalam empat bulan terakhir.

Laporan dari HSBC dan Markit PMI biasanya berdasarkab respon terhadap survei yang di kirim ke manajer pembelian pada lebih dari 420 perusahaan.

Laporan terpisah untuk

manufaktur PMI yang akan dirilis besok oleh Bureau of Statistics and China Federation of Logistics an d Purchasing di Beijing. Indeks tersebut, yang berdasarkan terhadap repson dari survei yang dikirin ke eksekutif pembelian di 3,000 perusahaan, kemungkina akan turun ke level 50 di bulan Desember, dari 50.3, pada bulan sebelumnya, berdasarkan survei Bloomberg

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search