Media  China : Negosiator AS Perlu Tunjukkan "Ketulusan" Dalam Negosiasi di Shanghai

Media China : Negosiator AS Perlu Tunjukkan "Ketulusan" Dalam Negosiasi di Shanghai

Rabu, 31 Juli 2019 08:54:58 WIB
Tabloid Global Times, yang dimiliki oleh pemerintah China pada hari Rabu mengatakan bahwa para negosiator dari Amerika Serikat harus menunjukkan "ketulusan" dan menurunkan ekspektasi ketika mereka mulai putaran baru pembicaraan dengan China untuk meredakan ketegangan dagang diantara kedua belah pihak.

Perwakilan dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mendarat di Shanghai pada hari Selasa untuk kembali melakukan pembicaraan yang bertujuan untuk menyelesaikan perang dagang dengan China. Negosiasi dijadwalkan akan berlanjut pada Rabu pagi waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump menuduh China mudur dari perjanjian untuk membeli lebih banyak produk pertanian AS, dengan berikan peringatan pada hari Selasa bahwa ini akan menjadi pemicu adanya kebijakan yang lebih buruk untuk China jika masih buntu dalam negosiasi.

Trump mengatakan dalam Twiter bahwa masalanya adalah mereka terlihat menunggu, sehingga jika saya kembali menang dalam pemilu, kesepakatan akan semakin lebih sulit dari apa yang kami negosiasikan sekarang, bahkan bisa tidak ada kesepakatan sama sekali.

The Global Times menuduh "AS" menolak untuk mempertimbangkan kepentingan sah China, dengan menambahkan bahwa pihak AS harus membuat "harapan yang masuk akal" setelah membuat "tuntutan yang tidak realistis yang melanggar kedaulatan dan martabat China."

Mereka juga mengatakan bahwa jika "Washington masih mempertahankan ilusi bahwa Beijing akan akan menyerah dan berkompromi pada isu-isu mengenai kedaulatan dan kepentingan utama untuk mencapai kesepakatan, maka tidak ada kesepakatan tidak masalah.

Tim perundin AS telah tiba untuk negosiasi di Shanghai pada hari Selasa sore namun di tengah pengamanan yang ketat tidak terlihat Lighthizer atau Mnuchin.

Delegasi AS dan China dijadwalkan akan makan malam di Hotel Fairmon Peace yang bersejarah. Namun kedua pihak terlihat menghindari media dan tidak membuat komentar publik.
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search