Moratorium Dicabut, 800 Perusahaan China Antri IPO

Moratorium Dicabut, 800 Perusahaan China Antri IPO

Selasa, 03 Desember 2013 11:35:26 WIB

Monexnews - Setelah satu tahun memberlakukan moratorium (pembekuan) initial public offering atau IPO di pasar saham, pemerintah China akhirnya kembali memberi izin bagi perusahaan-perusahaan untuk go public. Terbukanya akses ke pasar ekuitas disambut baik oleh pebisnis yang ingin menggalang dana untuk pengembangan bisnisnya. China Securities Regulatory Commission (CSRC) akhir pekan lalu menyatakan sebanyak 50 calon emiten bursa sedang antri untuk IPO sehabis bulan Januari mendatang. Jumlah itu hanya sebagian kecil dari total sekitar 800 perusahaan yang masuk dalam daftar tunggu pasca dicabutnya moratorium. Kedatangan emiten-emiten baru di bursa Shanghai diprediksi mampu memperbaiki kinerja indeks utama, yang sudah melemah lebih dari 22% dari nilai riilnya dalam tiga tahun terakhir. Pemerintah menutup pintu IPO setahun lalu guna menangkal limpahan dana ke pasar keuangan. Namun setelah moratorium dicabut, otoritas kemungkinan akan mencari strategi lain untuk mengatur arus likuiditas tanpa mengganggu ekspansi bisnis perusahaan. Selain mengakhiri pembekuan, pemerintah juga tidak lagi memberlakukan skema IPO berdasarkan surat persetujuan pusat. Selama ini proses persetujuan IPO dianggap memakan waktu dan cenderung hanya mengutamakan kepentingan perusahaan BUMN. Sementara perusahaan kecil dan menengah kerap dikesampingkan dalam upaya proses penerbitan saham. Sebagai gantinya, pihak pengawas akan memantau proses listing dengan memakai sistem pendaftaran. Di bawah sistem yang sudah lama diterapkan di negara lain ini, perusahaan yang sudah memenuhi syarat berhak untuk mendaftar IPO. Kelayakan jual saham dari sisi bisnis dan prospek labanya diserahkan kepada mekanisme pasar. Perombakan sistem transaksi saham di China merupakan salah satu komponen cetak biru reformasi ekonomi dan keuangan. Pencabutan aturan ketat diputuskan pada pertemuan Partai Komunis bulan lalu. Mengacu pada semangat yang tercantum dalam dokumen pertemuan, CSRC mengatakan bahwa proses yang lebih transparan akan membuat pelaku pasar bisa berperan lebih dalam sistem keuangan. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search