OECD: Bank of Japan Harus Waspada Resiko Stimulus

OECD: Bank of Japan Harus Waspada Resiko Stimulus

Rabu, 15 April 2015 10:45:35 WIB

Monexnews - Bank of Japan harus melanjutkan pembelian aset secara agresif untuk mencapai target inflasi sebesar 2%, sembari memperhatikan resiko, seperti terganggunya pasar obligasi dan penggelembungan aset, menurut OECD pada hari Rabu. OECD juga memperingatkan bahwa tanpa rencana yang kredibel untuk mengatasi utang publik yang menumpuk, Jepang mungkin akan menghadapi aksi jual pasar obligasi yang dapat mnekan bank-bank dengan kepemilikan obligasi dalam jumlah besar. Pembelian agresif oleh BOJ, yang saat ini memiliki seperempat dari pasar obligasi pemerintah Jepang, telah menekan yield untuk turun namun hal tersebut tidak akan terus bertahan, membuat rentan terjadinya kenaikan yield, menurut Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).

Rekomendasi dari OEC untuk Jepang mengatakan bahwa outlook pasar obligasi pemerintah akan menjadi lebih tidak pasti saat BOJ mencapai target inflasinya dan menghentikan program

stimulus quantitative and qualitative easing (QQE) miliknya. OECD memperkirakan bahwa tanpa reformasi fiskal lebih lanjut, utang pemerintah Jepang akan melebihi 400% ukuran perekonomiannya hingga tahun 20140, dua kali rasio saat ini. OECD menyambut baik penambahan QQE bulan Oktober lalu, mengatakan langkah tersebut dan keputusan Abe untuk menunda kenaikan pajak penjualan akan mempertahankan ekspektasi inflasi dan memfasilitasi untuk keluar dari deflasi. Namun OECD memperingatkan bahwa pembelian oleh BOJ mungkin akan mengganggu pasar obligasi dan memciu gelembung harga aset, membenarkan kecemasan pihak yang kontra dengan QQE bahwa konsekuensi biaya stimulus yang radikal mungkin dapat melebihi manfaatnya. Dalam proyeksinya, OECD memperkirakan perekonomian Jepang bertumbuh sebesar 1.0% tahun ini, naik dari proyeksi sebesar 0.8% di bulan November lalu, dan 1.4% di tahun 2016, naik dari 1.0% di bulan November lalu, menunjukkan ekspektasi menguatnya tingkat investasi bisnis.

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search