OECD: Pelonggaran Agresif Jepang Belum Cukup Untuk Mencapai Target Inflasi

OECD: Pelonggaran Agresif Jepang Belum Cukup Untuk Mencapai Target Inflasi

Selasa, 23 April 2013 17:28:14 WIB

Monexnews - Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menyatakan dukungannya terhadap program pelonggaran terbaru Bank of Japan, sembari mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan membantu mendongkrak pertumbuhan dan tidak bertujuan memperlemah Yen.

"Mengakhiri

deflasi adalah prioritas utama, dan memang harus demikian," kata Angel Gurria, kepala OECD, kepada para wartawan pada hari Selasa.

Sebelumnya kebijakan pelonggaran yang diluncurkan

BoJ dikhawatirkan dapat menuai kritik dari beberapa mitra dagang utama Jepang, yang mungkin beranggapan jika efek pelemahan Yen akan memberikan eksportir Jepang keunggulan kompetitif. Namun sejauh ini kebijakan moneter Jepang masih terhindar dari kritikan, termasuk dalam pertemuan G20 yang berlangsung pekan lalu.

Kendati demikian, OECD memperkirakan jika pelonggaran agresif BoJ mungkin belum akan cukup untuk mencapai target

inflasi 2% dalam 2 tahun. Kelompok ini juga menghimbau BoJ untuk mempertahankan kebijakan ekspansif lebih lama, setidaknya sampai inflasi mampu bertahan dengan stabil.

Inflasi Jepang diperkirakan akan tumbuh 1,8% pada tahun 2014, sebagai dampak dari kenaikan

pajak penjualan pada bulan April tahun depan menjadi 8% dari sebelumnya 5%. Jepang sendiri diperkirakan hanya akan mencatat kenaikan inflasi sebanyak 0,5% pada 3 bulan terakhir tahun 2014. Dan sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan pengeluaran, pemerintah Jepang berencana untuk menggandakan pajak penjualan menjadi 10% melalui 2 tahap pada tahun 2015.

Pada lain sisi, selain kebijakan pelonggaran dari BoJ, OECD berpendapat jika kebijakan pro-pertumbuhan pemerintah juga berpotensi mendorong tingkat hutang Jepang yang sudah sangat besar. Menurut proyeksi OECD, hutang Jepang akan setara dengan 232,6% dari GDP pada tahun 2014. Tingkat hutang Jepang hingga saat ini tercatat sebagai yang terbesar di antara 34 negara anggota OECD lainnya. (vid)


(vid)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search