Outlook Ekonomi Asia Suram Seiring Aktivitas Pabrik Menurun

Outlook Ekonomi Asia Suram Seiring Aktivitas Pabrik Menurun

Senin, 03 Desember 2018 18:08:35 WIB

Aktivitas industri sejumlah negara Asia menunjukkan perlambatan karena kekhawatiran terhadap kebijakan proteksionisme. Hal ini terlihat pada Indeks Pembelian Manajer (IMP) manufaktur bulan November di negara-negara seperti Indonesia, Taiwan dan Korea Selatan.

Sementara aktivitas pabrik sedikit meningkat di China, namun pesanan ekspor baru menurun karena terdampak negatif friksi perdagangan China-AS.

Hasil survei di Jepang pada hari Senin menunjukkan perlambatan tajam belanja modal korporasi Jepang selama kuartal ketiga lalu. Sepanjang kuartal ketiga belanja modal hanya naik 4,5 persen, lebih rendah dari estimasi 8,6 persen dan kuartal kedua yang mengalami kenaikan fantastis 12,8 persen, berarti ada perlambatan ekspansi.

Saham Asia rally pada hari Senin setelah pertemuan para pemimpin AS dan Cina pada KTT G20 di Argentina menyepakati gencatan senjata dalam konflik perdagangan mereka, menawarkan beberapa jaminan pada prospek ekonomi global.

Namun analis mengatakan batas waktu gencatan senjata 90 hari bukan jaminan berakhirnya friksi perdagangan dan kesepakatan resolusi permanen masih jauh.

"Ada risiko yang sangat besar bahwa perang perdagangan Sino-AS akan meningkat lagi setelah gencatan senjata 90-hari, membebani ekonomi global," kata Yoshimasa Maruyama, kepala ekonom pasar di SMBC Nikko Securities.

Perang perdagangan Sino-AS masih merupakan risiko terbesar bagi prospek ekonomi global.

Pengecualian di India

Melawan tren, aktivitas pabrik India pada bulan November berkembang pada laju tercepat tahun ini, didukung oleh peningkatan permintaan domestik dan asing yang memungkinkan perusahaan menaikkan harga.

Aktivitas sektor manufaktur China sedikit meningkat pada November tetapi pesanan ekspor baru menyusut, mencerminkan melemahnya permintaan global, survei swasta menunjukkan. Data IMP Manufaktur Caixin yang dirilis hari ini menunjukkan adanya ekspansi yang lemah. Selama November lalu aktivitas industri skala kecil dan menengah di China mengalami ekspansi 50.2, lebih tinggi dari estimasi dan Oktober 50.1.

Pembacaan yang suram mendukung survei resmi PMI versi pemerintah Jumat lalu yang menunjukkan pertumbuhan di sektor pabrik China yang sangat besar yang merosot ke level terendah dalam lebih dari dua tahun.

Aktivitas pabrik Korea Selatan pada bulan November kembali mengalami kontraksi setelah dua bulan pertumbuhan singkat karena pesanan ekspor baru menyusut paling dalam lima tahun, tanda meningkatnya tekanan pada bisnis dari perlambatan permintaan global.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search