Pasar Properti China Kembali Mengendur

Pasar Properti China Kembali Mengendur

Selasa, 18 Maret 2014 10:30:06 WIB

Monexnews - Laju pertumbuhan harga properti di China kembali melambat di bulan Februari, menurut kalkulasi Reuters menurut data pemerintah yang dirilis hari Selasa. Harga rumah baru naik sebanyak 8.7% di bulan Februari dari setahun lalu, dibandingkan dengan kenaikan sebesar 9.6% di bulan Januari lalu. Untuk tingkat bulanan, harga naik 0.3% dibandingkan dengan 0.4% pada bulan sebelumnya. Menurut data yang dirilis oleh National Bureau of Statistics, harga rumah baru di Beijing naik 12.2% di bulan Februari dari bulan yang sama setahun lalu, dibandingkan dengan kenaikan sebesar 14.7% di bulan Januari. Sementara itu harga rumah baru di Shanghai, naik sebanyak 15.7% di bulan Februari untuk tingkat tahunan, dibandingkan dengan 17.5% pada bulan sebelumnya.

Andrew Sullivan, direktur Asian Sales Trading pada Kim Eng Securities, mengatakan data terkini itu tidak mengejutkan dan telah menjadi agenda pembuat kebijakan untuk sementara. "Menurutku hal penting yang ditunjukkan oleh data bulanan adalah harga rumah melambat dan ini telah menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk sementara waktu, untuk mencoba dan mengurangi spekulasi pada sektor perumahan. Dan hal itu sangat banyak terkait dengan sistem perbankan dan mencoba menghentikan aliran uang, menghilangkan bayangan pada sistem perbankan, ucapnya.

Saham milik pengembang properti di China diperdagangkan mix pada hari Selasa. Analis mengatakan rencana

urbanisasi yang diumumkan oleh China membantu mendukung pasar kendati data yang buruk. Senin kemarin, Beijing mengumumkan rencana yang merupakan usaha pertama China untuk mengkoordinasikan salah satu migrasi terbesar dalam sejarah, yang akan memindahkan 100 juta orang menuju perkotaan di China hingga tahun 2020.

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search