Peluang Gagal Bayar Utang Korporasi China Meningkat

Peluang Gagal Bayar Utang Korporasi China Meningkat

Senin, 19 November 2018 11:55:01 WIB

Kemungkinan gagal bayar obligasi dollar korporasi atau utang luar negeri korporasi China diperkirakan akan meningkat, para ahli memperingatkan.

Mereka mengatakan bahwa meningkatnya biaya pinjaman dan melemahnya yuan China bisa menyebabkan lebih banyak perusahaan gagal memenuhi pembayaran yang akan datang, karena meningkatnya jumlah obligasi yang jatuh tempo dalam beberapa tahun mendatang.

Dalam laporannya tertanggal 7 November, Nomura bank Jepang memperkirakan bahwa utang korporasi China dalam denominasi dolar mencapai sekitar $ 751 miliar pada kuartal ketiga. Itu lebih dari dua kali lipat jumlah pada akhir 2015.

Nomura memproyeksikan bahwa rata-rata $ 33,3 miliar obligasi dolar korporasi Cina akan jatuh tempo setiap kuartal dari mulai kuartal keempat 2018 hingga akhir 2020, jauh lebih tinggi dari perkiraan $ 11 miliar yang jatuh tempo pada kuartal ketiga tahun ini.

Nomura mengatakan dalam sebuah catatan penelitian pada awal November bahwa untuk 10 bulan pertama tahun ini, gagal bayar pada obligasi dollar korporasi China - atau OCDB - berjumlah $ 3,4 miliar, dibandingkan dengan tidak ada tahun lalu. Ini meningkatkan peluang lebih banyak gagal bayar selama dua tahun ke depan.

Meskipun ada sedikit indikasi bahwa meningkatnya tekanan pada pembayaran dolar lepas pantai dapat memicu krisis yang lebih luas, situasi ini harus dimonitor secara ketat untuk ancaman ke perekonomian global.

Tai Hui, kepala strategi pasar untuk Asia Pasifik di J.P. Morgan Asset Management di Hong Kong, mengatakan semua pihak harus "waspada" terhadap kemungkinan penularan efek ke dalam ekonomi yang lebih luas.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search