Pemerintah Akan Tingkatkan Fasilitas Ekspor Setelah PPh Impor Naik

Pemerintah Akan Tingkatkan Fasilitas Ekspor Setelah PPh Impor Naik

Jum'at, 22 November 2013 09:10:12 WIB

Monexnews - Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menilai nilai Pajak Penghasilan (PPh) impor akan berpengaruh terhadap kondisi keuangan perusahaan, walau hanya sebesar 7,5% . "Sifatnya PPh 22 (impor) dibayar di depan dan di akhir tahun dikreditin. Kalau bicara cashflow misalnya harus dipertahankan 100, gara-gara dia harus bayar di depan tinggi yang 100 ini turun 80 sehingga kalau terus bertahan jadi bleeding. Dengan begitu dia akan coba kurangi dan impor akan alami penurunan," ujar Menkeu. Menurut Menkeu, dengan adanya kebijakan ini, tidak saja akan membantu perbaikan pada neraca transaksi berjalan, tetapi rencana tersebut akan memperbaiki capital account. "Ini juga akan berpengaruh terhadap capital account. Sehingga secara menyeluruh pengaruhnya baik untuk perbaikan di dua sisi ini," Kata Menkeu. Menkeu juga menyampaikan bahwa kebijakan penaikan PPh impor juga akan dikombinasikan dengan peningkatan fasilitas ekspor. Pemerintah, lanjut Menkeu, ke depan tidak akan menarik pajak barang impor bahan baku untuk tujuan ekspor guna mempermudah ekspor. Kebijakan ini dinilai sesuai dengan harapan para pelaku usaha yang menginginkan adanya penyederhanaan regulasi ekspor. Dengan demikian, Menkeu berharap iklim usaha, khususnya yang berorientasi ekspor akan lebih baik. "Selama ini kalau mau ekspor dia bayar dulu impor barang bakunya nanti ketika mau ekspor minta restitusi. Di dalam prakteknya, uang kalau sudah masuk susah keluar, jadi kalau dia memang tujuan ekspor gak ush diambil aja sehingga fasilitasnya ke IT dan ini sesuatu yang sudah ditanyakan dunia usaha lama sekali," jelas Menkeu. (nic)
Sumber: publikasi resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia www.kemenkeu.go.id *disadur tanpa perubahan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search