Pemerintah AS Naikkan Besaran Tarif Impor Produk China Jadi 25%

Pemerintah AS Naikkan Besaran Tarif Impor Produk China Jadi 25%

Rabu, 01 Agustus 2018 15:34:55 WIB

Pemerintahan Donald Trump berencana untuk mengusulkan tarif 25 persen pada impor dari China senilai $ 200 miliar untuk menekan Beijing membuat konsesi perdagangan, sumber yang akrab dengan rencana itu mengatakan pada hari Selasa.

Sebelumnya, pada 10 Juli lalu pemerintahan Trump mengatakan akan mengenakan tarif 10 persen pada impor dari China senilai $ 200 miliar.

Barang-barang yang terkena tarif termasuk produk makanan, bahan kimia, baja dan aluminium dan barang-barang konsumen mulai dari makanan anjing, furnitur dan karpet untuk ban mobil, sepeda, sarung tangan baseball dan produk kecantikan.

Ekonom seluruh dunia mengkhawatirkan tarif 25 persen dapat meningkatkan sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Keputusan Trump menaikkan angka tarif diduga untuk merespons langkah bank sentral China yang dituduh sengaja melemahkan yuan agar barang-barang dari China tetap lebih murah usai dikenakan tarif impor oleh AS.

Pada bulan Juli, China menuduh Amerika Serikat melakukan intimidasi dan memperingatkan akan memukul balik. Investor takut perang perdagangan yang meningkat antara Washington dan Beijing dapat menekan pertumbuhan ekonomi global, dan kelompok bisnis AS terkemuka telah mengutuk tarif agresif Trump.

Seorang juru bicara Kantor Perwakilan Perdagangan AS menolak berkomentar mengenai kenaikan tarif tarif yang diusulkan atau apakah perubahan itu akan mengubah tenggat waktu yang ditetapkan untuk periode pendapat publik sebelum pelaksanaan kebijakan ini.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search