Pemerintah China Yakinkan Investor Saham Dengan Stimulus Masif

Pemerintah China Yakinkan Investor Saham Dengan Stimulus Masif

Senin, 06 Juli 2015 10:42:34 WIB

Monexnews - Pemerintah China kembali memberlakukan strategi agresif untuk mengembalikan minat investor ke pasar saham lokal. Pemerintahan Li Keqiang bersama bank sentralnya, People's Bank of China (PBOC), ingin menghapuskan kerugian pasar saham Shanghai Composite sebesar hampir 3 triliun Dollar AS atau lebih dari 29% selama tiga pekan lalu. Kejatuhan ini disebabkan kecemasan adanya market bubble saham-saham China karena nilai pasar saham yang terlalu tinggi. Pasar mencemaskan harga seketika akan turun karena nilai pasarnya terlalu tinggi dibandingkan nilai wajarnya. Pemerintah China dan pelaku pasar tampak berusaha keras menjaga kestabilan pasar saham dengan serangkaian kebijakan di akhir pekan. Setelah penutupan pasar saham di hari Jumat, China Securities Regulatory Commission (CSRC) akan menahan Initial Public Offering (IPO) 28 perusahaan untuk menjaga likuiditas pasar. Lalu pada hari Sabtu, sebanyak 21 perusahaan broker berjanji akan terus mempertahankan investasinya di pasar saham selama harga masih berada di bawah level 4500.

Langkah agresif terakhir berasal dari bank sentral China, yang akan menyediakan bantuan likuiditas dengan jumlah besar untuk memudahkan investor mendapatkan modal dalam membeli saham. PBOC akan menggelontorkan likuiditas kepada China Securities Finance Corp. dengan jumlah yang belum bisa dikonfirmasikan. Perusahaan tersebut akan memberikan pinjaman pada perusahaan broker untuk kemudian dapat tersedia bagi investor saham.

Langkah agresif ini berhasil membawa saham Shanghai Composite sempat menguat 7,8% di awal perdagangan hari Senin, di tengah sentimen risk aversion yang menjatuhkan indeks-indeks Asia pasca referendum

Yunani. (YS)


(YS)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search