Pemerintah Jepang Memangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Jepang Memangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 22 Juli 2014 15:31:33 WIB

Monexnews - Pemerintah Jepang memangkas proyeksi pertumbuhannya untuk tahun fiskal ini akibat lambatnya sektor ekspor dan penurunan pada tingkat permintaan pasca kenaikan pajak penjualan di bulan April, namun proyeksi sebagian besar sejalan dengan proyeksi Bank of Japan. Anggota panel penasehat pemerintah tidak keberatan terhadap pandangan BOJ bahwa inflasi tingkat konsumen akan terus naik di bawah program quantitative easing miliknya, menunjukkan adanya sedikit perbedaan antara penilaian pemerintah dan BOJ terhadap perekonomian. Kesamaan pandagan ini menunjukkan bahwa BOJ kemungkinan tidak akan mendapatkan tekanan dari pemerintah untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut seiring pemerintah mengalihkan fokusnya untuk merancang anggaran tahun fiskal yang selanjutnya.

"Anggota sektor swasta setuju bahwa inflasi konsumen dapat terus naik seiring gap output bergerak menuju area positif," ucap Akira Amari Menteri Perekonomian pasca pertemuan Council on Economic and Fiscal Policy (CEFP), panel penasehat tinggi pemerintah. Pemerintah saat ini memperkirakan pertumbuhan gross domestic product akan berada pada 1.2% untuk tahun fiskal 2014/15, dibandingkan 1.4% proyeksi sebelumnya tahun ini. Tingkat pertumbuhan diperkirakan akan bertambah cepat hingga 1.4% pada tahun mendatang, menurut estimasi Kantor Kabinet. Estimasi ini kurang lebih sama dengan proyeksi Bank of Japan, yang pada pekan lalu memangkas proyeksi pertumbuhan perekonomian untuk tahun fiskal ini menjadi 1.0%. BOJ memperkirakan laju pertumbuhan akan bertambah cepat menjadi 1.5% pada tahun fiskal mendatang.

"Menurutku faktor terbesarnya adalah penurunan permintaan eksternal akibat lambatnya pemulihan negara berkembang dan tingkat pertumbuhan ekspor yang berada di bawah ekspektasi," ucap Menteri Keuangan Minister Taro Aso. "Saya masih memperkirakan sektor ekspor akan bertumbuh seiring pulihnya perekonomian global." Kantor Kabinet juga memperkirakan inflasi konsumen secara keseluruhan naik sebanyak 1.2% unuk tingkat tahunan pada tahun fiskal 2014/15 dan naik sebanyak 1.8% pada tahun fiskal mendatang. Estimasi inflasi tingkat konsumen tersebut di luar dampak kenaikan pajak penjualan. Estimasi tersebut berbeda tipis dengan estimasi

CPI dari BOJ, yaitu 1.3% untuk tahun fiskal ini dan 1.9% untuk tahun fiskal 2015/16.

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search