Pemerintah RI Disarankan Serius Me-reformasi Sektor Tenaga Kerja

Pemerintah RI Disarankan Serius Me-reformasi Sektor Tenaga Kerja

Jum'at, 13 Maret 2015 11:26:21 WIB

Monexnews - Presiden Joko Widodo berulangkali melakukan road-show untuk mengundang investor asing masuk ke Indonesia. Hal ini dilakukan guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi ke kisaran 7% sebagaimana diutarakan selama masa kampanyenya. Keinginan pemerintah memang sah-sah saja, tetapi arus investasi akan menjadi mubazir apabila pemerintah tidak mengelola sektor sumber daya manusianya dengan baik. Menurut bank investasi Credit Suisse dalam laporan risetnya yang dikirimkan ke Dow Jones Newswires, investasi besar-besaran tidak akan berhasil selama surpus tenaga kerja tidak diperhatikan. Indonesia merupakan salah satu negara yang dinilai belum mempunyai cetak biru pengelolaan sektor tenaga kerja yang bagus. Hal ini terlihat dari rendahnya keterlibatan kaum perempuan dan kurangnya pertumbuhan jumlah pekerja di berbagai bidang. Credit Suisse menganggap pemerintah belum serius melakukan reformasi tenaga kerja. Kabinet yang sekarang menjabat juga tidak punya konsep penetapan upah yang konsisten untuk mengukur kinerja ekonomi. Pekan ini Credit Suisse menaikkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2015. Bank investasi asal Eropa ini mengubah pandangannya karena faktor pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan kebijakan longgar bank sentral. Proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto RI direvisi naik dari 5,0% menjadi 5,1% untuk tahun ini dan dari 5,5% menjadi 5,7% untuk tahun depan. Prediksi Credit Suisse tidak berbeda jauh dibandingkan dengan target yang dilontarkan oleh Bank Dunia akhir tahun lalu. Lembaga kreditur itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2015 sebesar 5,2% persen, lebih rendah dibandingkan estimasi yang diumumkan bulan Juli 2014 yang sebesar 5,6%. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search