Penasihat PM Jepang: Pasar Tenaga Kerja Lebih Penting Daripada Target Inflasi

Penasihat PM Jepang: Pasar Tenaga Kerja Lebih Penting Daripada Target Inflasi

Senin, 25 Februari 2019 14:34:48 WIB

Bank of Japan dapat mengabaikan target inflasi 2 persen atau menunda upaya untuk mencapainya saat pasar kerja menunjukkan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar cukup karena bagi masyarakat lebih baik harga jatuh daripada naik, ujar penasihat ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe, Senin (25/2/2019).

Sementara inflasi terjebak di dekat 1 persen, kebijakan moneter ultra-longgar BOJ berjalan dengan baik karena menciptakan lapangan kerja dan mendorong upah bagi pekerja temporer, kata Koichi Hamada, yang dianggap sebagai salah satu arsitek utama kebijakan stimulus "Abenomics" perdana menteri.

"Harga tidak perlu naik banyak. Dari perspektif mata pencaharian masyarakat, yang lebih diinginkan adalah harga jatuh, bukan naik," kata Hamada kepada Reuters, Jumat.

Mengenai target inflasi 2 persen yang sulit dipahami BOJ, Hamada mengatakan, "Saya pikir itu bisa ditinggalkan. Itu tidak terlalu penting." Dia menambahkan bahwa "tingkat target inflasi yang tepat dapat diputuskan oleh bank sentral".


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search