Penggalangan Dukungan Mosi Tidak Percaya ke PM May Terus Bergulir

Penggalangan Dukungan Mosi Tidak Percaya ke PM May Terus Bergulir

Senin, 19 November 2018 15:52:09 WIB

Anggota parlemen dari Partai Konservatif Simon Clarke mengatakan mulai hari ini sudah dimulai proses mosi tidak percaya dalam kepemimpinan PM Inggris Theresa May.

Untuk syarat voting menjatuhkan kepemimpinan May, sebanyak 48 anggota parlemen Konservatifnya harus mengirimkan surat kepada ketua komite yang disebut komite tahun 1922, Graham Brady. Brady sendiri mengatakan pada hari Minggu bahwa syarat ambang 48 anggota belum tercapai.

Surat kabar Sun mengatakan para pemberontak di Tory (sebutan untuk Partai Konservatif) mengirim surat pendek, dengan salah satunya Simon Clarke yang menyerukan Senin akan menjadi hari perhitungan sampai voting terlaksana.

"Ini benar-benar hari di mana kita berdiri di garis sejarah tentang ini," kata Simon Clarke kepada radio BBC, menambahkan "hari ini harus menjadi titik di mana ... tindakan diambil".

Kritikus seperti Clarke mengatakan kesepakatan yang dibawa May dari negosiasi dengan Uni Eropa berisiko memecah belah Inggris dengan menyelaraskan Irlandia Utara lebih dekat dengan aturan bea cukai UE daripada daratan Inggris. Karena itu Simon mengatakan partai DUP Irlandia Utara yang menjadi rekan koalisi pemerintahan May tidak akan mendukung rencana saat ini.

Cari dukungan dari dunia usaha

Theresa May sendiri mencari dukungan politis di luar parlemen dengan mendatangi para pemimpin bisnis untuk membahas draft kesepakatan perceraian Uni Eropa pada hari Senin ini di saat rekan-rekan di partainya berusaha menggergaji kekuasaannya.

May mendapat tantangan berat sejak mengumumkan kesepakatannya dengan UE pada Rabu pekan lalu, dengan beberapa menteri, termasuk menteri Brexitnya, mengundurkan diri dan beberapa anggota parlemennya berusaha untuk menggulingkannya.

Pemimpin Inggris ini telah bersumpah untuk mempertahankan draft ini, dengan memperingatkan bahwa menggulingkan dirinya berisiko menunda keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Perjanjian kemitraan dengan UE ini disebutkannya justru memastikan pemerintah mengamankan hasil referendum Brexit pada tahun 2016 lalu.

Uni Eropa akan mengadakan KTT untuk membahas kesepakatan ini pada hari Minggu, 25 November, atau enam hari lagi.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search