Penghapusan Tarif Import Menjadi Kunci Penentu Kesepakatan Dagang AS - Tiongkok

Penghapusan Tarif Import Menjadi Kunci Penentu Kesepakatan Dagang AS - Tiongkok

Rabu, 20 November 2019 12:56:09 WIB
Meningkatnya ketegangan hubungan dagang AS - Tiongkok pekan ini dipandang akan berimbas negatif bagi perkembangan pembahasan dagang kedua belah negara, dimana terjadi tarik ulur antara kesepakatan yang dibahas oleh kedua negara dengan bersikukuh pada hal- hal penting yang nampak sulit disepakati, meningkatkan pesimisme pasar terhadap kemungkinan kesepakatan dagang tersebut dapat segera terealisasi.

Sejatinya kesepakatan dagang AS - Tiongkok tahap pertama adalah jembatan awal bagi pemimpin kedua negara untuk membahas keinginan mereka, menuju kesepakatan selanjutnya yang lebih luas, dan menenangkan pasar keuangan global. Tetapi dapat berkembang menjadi kesepakatan yang lebih besar bila Presiden AS, Donald Trump, menyetujui pemangkasan tarif import yang diminta oleh pemerintah Tiongkok.

Pernyataan dari Kementerian Perdagangan Tiongkok bahwa penghapusan tarif import adalah syarat penting untuk mencapai kesepakatan lebih lanjut, memicu pertanyaan dari pihak AS, apakah kesepakatan yang sudah dibahas sebelumnya cukup untuk membayar permintaan Tiongkok tersebut? Sebelumnya Tiongkok telah menyepakati peningkatan pembelian produk peternakan AS, akses yang lebih terbuka ke pasar finansial Tiongkok, dan perlindungan kekayaan intelektual produk-produk AS yang diproduksi di Tiongkok.

Trump nampak akan menggunakan tawar-menawar kesepakatan dagang dengan Tiongkok sebagai senjata untuk mendapatkan dukungan pada pemilu AS tahun depan. Dengan mengupayakan pemangkasan dan penghapusan tarif Import produk Tiongkok, akan disetujui bilaTiongkok menyetujui persyaratan yang lebih besar dari yang sudah dibahas sebelumnya.

Seorang pakar ekonomi yangmenjadi pemerhati kesepakatan dagang ini mengutarakan bahwa Trump mungkin akan menekan Tiongkok untuk melakukan pembelian sektor peternakan yang lbih besar untuk mencapai kesepakatan. Hal ini sebagai langkah untuk menarik dukungan dari para petani dan peternak AS pada pemilu mendatang. Tetapi pemerintah Tiongkok sempat melontarkan penolakan, dan memilik tidak terikat pada jumlah nominal yang disepakati, tetapi dapat meningkat tergantung dari tingkat permintaan pasar lokal di Tiongkok.

Komentar Trump pada pertemuan dengan pejabat AS semalam menimbulkan tanda tanya pasar bagi perkembangan kesepakatan dagang kedua negara. Trump menekankan kembali pembahasan dengan pihak Tiongkok berjalan lancar, tetapi ia hanya akan menyetujui kesepakatan bila Tiongkok memenuhi permintaannya. Hal ini menambah kekhawatiran pasar atas penundaan persetujuan dagang AS - Tiongkok yang sudah tertunda. Kekhawatiran penundaan melewati tanggal 15 Desember 2019, dimana penerapan tarif import baru AS akan makin menghambat pembahasan yang kondusif bagi kedua negara.

Pagi hari Rabu (20/11), ketegangan kembali meningkat dari sektor politik, setelah sebelumnya Senat AS menyetujui RUU kemanusiaan Hong Kong, dan mengajukan ke dewan legislatif AS. Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengecam keras langkah AS dan memandang hal tersebut di luar hak AS sebagai negara Asing dan berupaya menhina kedaulatan pemerintah Tiongkok. Pasar kembali menunjukan kekhawatiran hal tersebut akan menambah pengaruh buruk bagi pembahasan kesepakatan dagang AS - Tiongkok. Hingga kejelasan kesepakatan dagang, waktu dan tempat penanda-tanganan kesepakatan dapat dipastikan oleh ke-dua belah negara, kekhawatiran pasar masih akan membayangi pergerakan harga keuangan global.

(Andian)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search