Penguatan Neraca Berjalan, Kunci Untuk Mendorong Penguatan Rupiah

Penguatan Neraca Berjalan, Kunci Untuk Mendorong Penguatan Rupiah

Jum'at, 29 November 2013 17:06:19 WIB

Monexnews - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga mendekati Rp12 ribu per dolar diyakini disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Menurut Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, penyebab melemahnya nilai tukar rupiah disebabkan pengaruh eksternal terkait langkah tapering off yang dilakukan oleh The Fed dan pengaruh internal yang berkaitan dengan Defisit Neraca Berjalan (Current Account Deficit). Rupiah itu mencerminkan fundamental dipengaruhi faktor eksternal itu tapering off di Amerika, di sisi lain tambah current account deficit, ujar Menko Perekonomian, Jumat (29/11). Untuk mendorong penguatan rupiah, menurutnya, harus ada penguatan neraca berjalan. Ia menyebutkan bahwa cara yang dapat ditempuh antara lain dengan mengurangi importasi dan menambah ekspor. Strategi berikutnya adalah memperkuat rupiah lewat pelaksanaan empat paket kebijakan fiskal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sambil mendorong paket kebijakan ekonomi yang sudah diluncurkan, biodiesel dan sebagainya. Kemudian mengurangi pajak yang terkait dengan ekspor dan meningkatkan pajak barang mewah. Hal tersebut harus berjalan," ungkap Hatta. Namun demikian, ketika ditanya dengan importasi Bahan Bakar Minyak, ia belum bisa memperkirakan pengaruh pelemahan rupiah terhadap harga BBM. Nanti kita lihat dulu berapa konsumsi BBM, sebenarnya kuota tidak tercapai juga, kita lihat secara keseluruhan, jelasnya. (ik) Sumber: publikasi resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia www.kemenkeu.go.id *disadur tanpa perubahan
(dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search