Pengusaha Jepang Masih Ragu untuk Belanja Modal

Pengusaha Jepang Masih Ragu untuk Belanja Modal

Senin, 03 Maret 2014 15:15:21 WIB

Monexnews - Pemerintah Jepang mengeluhkan lesunya arus belanja infrastruktur oleh perusahaan domestik. Menteri keuangan menyebut hal itu sebagai kendala yang menghambat pencapaian target ekonomi nasional. Angka belanja modal perusahaan turun 0.3% pada periode kuartal IV tahun 2013 atau berlawanan dengan estimasi angka GDP untuk tahun 2013 yang dirilis 17 Februari lalu, yakni di angka 1.3%. Kalaupun ada fakta yang positif maka tak lain ada pada sisi inventories, yang tumbuh sehat pada kuartal yang sama. Kombinasi faktor tersebut kemungkinan akan berdampak pada penurunan revisi GDP kuartal akhir 2013. GDP diperkirakan tumbuh sebesar 0.3% dibandingkan kuartal III dan tumbuh 1.0% untuk setahun penuh. Hasil revisi angka GDP 2013 baru akan dirilis pada 10 Maret mendatang. PM Abe sedang mencoba melakukan revitalisasi ekonomi melalui berbagai cara, termasuk dengan membuka akses bisnis, merombak aturan, membelanjakan dana lebih besar dan memperlonggar kebijakan moneter. Hasil survei perusahaan menunjukkan bahwa rasio perubahan nilai modal menjadi aset turun tipis menjadi 38.6% untuk periode Oktober-Desember 2013 dari catatan kuartal sebelumnya di 39.0%. Ekonom dan pelaku pasar meragukan sentimen bisnis di Jepang karena fakta tersebut menunjukkan keengganan pengusaha untuk belanja modal di penghujung tahun lalu. "Beberapa pebisnis memang akan mengucurkan modal secara besar-besaran sebelum berlakunya kenaikan pajak di bulan April, namun tanpa kinerja ekspor yang konsisten, jumlah belanja modal tidak akan stabil," ujar Koya Miyamae, Ekonom Senior SMBC Nikko Securities Inc. Ekspor Jepang memang sedang lemah, terlepas dari penurunan nilai tukar Yen secara drastis. Selain karena menurunnya daya beli konsumen di negara tujuan, daya saing antar negara juga semakin runcing seperti yang terjadi di bisnis elektronik. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search