Perang Dadang Malah Pacu Produksi Mobil di China

Perang Dadang Malah Pacu Produksi Mobil di China

Jum'at, 20 Juli 2018 11:48:16 WIB

Perang perdagangan Washington dan Beijing yang sedang berlangsung, dapat mendorong perusahaan-perusahaan mobil untuk memproduksi lebih banyak di China, CEO dan pendiri Automobility konsultasi yang berbasis di Shanghai mengatakan kepada CNBC pada hari Kamis.

Tesla telah menaikkan harga pada mobilnya di pasar China sebagai tanggapan terhadap saling berbalasnya tarif Amerika dan China.

Beijing memberlakukan tarif tambahan 25 persen pada mobil impor Amerika sebagai tanggapan atas tarif AS sebesar $ 34 miliar dalam barang-barang Cina, termasuk sektor otomotif.

Pasar mobil China sangat besar, dengan 28,8 juta mobil terjual pada 2017, kata CEO Automobility Bill Russo. Itulah yang terjadi, dia beralasan bahwa perusahaan-perusahaan mobil yang mengekspor ke China dapat memindahkan lokasi produksi mereka di China untuk menghindari tarif.

Dari penjualan 28,8 juta unit mobil di China, negara itu hanya mengimpor sekitar 1,2 juta kendaraan dan kurang dari 300.000 dari impor mobil itu diproduksi di Amerika Serikat. Jadi tarif AS pada China dinilai tidak efektif dan menyebabkan mobil impor asal AS menjadi kurang kompetitif di pasar China.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search