Perang Tarif Bebankan Ongkos Lebih Mahal ke Manufaktur China

Perang Tarif Bebankan Ongkos Lebih Mahal ke Manufaktur China

Selasa, 20 November 2018 17:02:52 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhasil membuat China membayar sebagian besar biaya perang dagangnya, dengan demikian bisa disebut perang tarif menguntungkan ekonomi AS.

Itu adalah kesimpulan dari makalah baru dari EconPol Eropa, jaringan peneliti di Uni Eropa. Perusahaan dan konsumen AS hanya akan membayar 4,5 persen lebih banyak setelah negara itu memberlakukan tarif 25 persen atas barang-barang Cina senilai $ 250 miliar, dan 20,5 persen biaya lebih mahal ditanggung produsen China, menurut penulis Benedikt Zoller-Rydzek dan Gabriel Felbermayr.

Keberhasilan ini seakan menutup harapan sengketa perdagangan antara AS dan China akan mereda seiring para pemimpin kedua negara mempersiapkan diri untuk bertemu di Argentina akhir bulan ini. Menurut Zoller-Rydzek dan Felbermayr, kebijakan tarif akan sesuai ekspektasi Trump : tarif akan mengurangi impor barang-barang China yang terkena dampak oleh lebih dari sepertiga, dan menurunkan defisit perdagangan bilateral sebesar 17 persen.

Pemerintahan Trump memilih mengenakan pajak pada produk dengan "elastisitas harga" tertinggi, atau ketersediaan substitusi yang tinggi, atau bisa disediakan di dalam negeri menurut Zoller-Rydzek dan Felbermayr. Produk China yang terkena tarif Trump sebagian besar dapat digantikan oleh barang lain, memaksa eksportir untuk memotong harga jual untuk mempertahankan pembeli.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search