Performa Buruk, Groupon Depak CEO

Performa Buruk, Groupon Depak CEO

Jum'at, 01 Maret 2013 11:02:42 WIB

Monexnews - Rumor pemecatan CEO Groupon yang berhembus sejak tahun lalu akhirnya terbukti. Rapor pendapatan usaha yang buruk memaksa Andrew Mason untuk lengser dari jabatannya kemarin. "Saya akan libur sejenak untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Saya tentu hanya bercanda, karena saya sudah benar-benar dipecat," tulis Mason seraya berkelakar dalam sebuah memo internal. Namun memo tersebut menjadi bersifat umum setelah ia mengunggahnya ke situs Jottit.com. Mason mengakui bahwa pemecatannya terjadi akibat kegagalan Groupon untuk menghasilkan laba kuartalan yang impresif, meski ia juga berdalih memiliki banyak kendala untuk mewujudkan apa yang diinginkan oleh direksi dan pemegang saham. "Saya tidak berhasil menggali data yang cukup untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh pelanggan," tambahnya. Sejak tahun lalu, spekulasi pemecatan sudah beredar luas. Buruknya kinerja saham Groupon memperkuat indikasi akan adanya restrukturisasi manajemen, termasuk dengan melengserkan sang CEO. Kabarnya pihak perusahaan ingin mengganti Mason dengan sosok yang lebih berpengalaman, walau dalam sebuah konferensi pers di New York tahun 2012, Mason membantah berita miring tersebut. "Saham kami anjlok 80% sepanjang tahun ini, akan aneh bila dewan direksi diam saja," ujarnya akhir November lalu. Isu pemecatan mulai muncul saat media All Things D menyatakan ketidaksukaan direksi Groupon terhadap kinerja Mason selama menjabat sebagai CEO. Moderator Henry Blodget memulai diskusi tentang rumor itu sekaligus menanyakan kepada Mason apakah ia akan berjuang mempertahankan jabatannya. "Saya lebih peduli dengan kesuksesan Groupon ketimbang posisi saya sendiri," urai Mason. Di sisi lain ia juga bersikukuh dirinya adalah orang yang tepat untuk memimpin perusahaan di waktu yang akan datang. "Kalau saya pikir saya bukan sosok yang pas, maka saya adalah orang pertama yang akan memecat diri saya sendiri," tambah Mason. Kini setelah semuanya terjadi, Mason dan Groupon harus berjalan menentukan nasib masing-masing. Harga saham Groupon (GRPN) merosot sampai di atas 20% pada sesi perdagangan kemarin ke level $4.53. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search