Permintaan Lemah, Ekspor Jepang Turun dalam Tiga Bulan

Permintaan Lemah, Ekspor Jepang Turun dalam Tiga Bulan

Senin, 18 Maret 2019 13:48:54 WIB

Ekspor Jepang turun untuk bulan ketiga pada bulan Februari yang menimbulkan kekhawatiran pada pejabat terkait perekonomian Jepang akan tanda-tanda perlambatan ekonomi lebih lanjut. Akibat dari penurunan ini bank sentral Jepang mungkin terpaksa menawarkan lebih banyak stimulus untuk meredam efek dari melambatnya permintaan eksternal.

Perlambatan pertumbuhan global, perang perdagangan China-AS dan kerumitan proses kepergian Inggris dari Uni Eropa telah memaksa banyak pembuat kebijakan untuk beralih ke arah kebijakan pelonggaran selama beberapa bulan terakhir.

Jepang berada dalam situasi yang serupa dengan sebagian besar dunia, di mana pabrik-pabrik telah mengalami pengurangan produksi dan kepercayaan bisnis telah anjlok di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Data Kementerian Keuangan Jepang menunjukkan pada hari Senin ekspor turun 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya di bulan Februari, lebih dari penurunan 0,9 persen yang diperkirakan oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Ini mengikuti penurunan tajam 8,4 persen tahun ke tahun di Januari, menandai penurunan bulan ketiga berturut-turut karena penurunan pengiriman mobil, baja, dan peralatan produksi semikonduktor.

Dampak ke Kebijakan BOJ

Bank of Japan pekan lalu memangkas pandangannya pada ekspor dan output industri, sambil menjaga kebijakan tidak berubah. Namun, pelemahan ekspor yang meluas dapat menempatkannya di bawah tekanan untuk memberikan lebih banyak kebijakan pelonggaran, terutama karena inflasi masih berada di luar target 2 persen dan tekanan pada bisnis dan konsumen terus meningkat.

Dalam konferensi pers pasca-kebijakan pekan lalu, Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengakui tantangan yang dihadapi ekonomi tetapi tidak memberikan indikasi akan ada stimulus tambahan.

Tetapi Kuroda mungkin harus mengubah taktik dalam menghadapi serangkaian indikator ekonomi yang lemah.

Banyak pihak di BOJ berharap ekonomi Jepang akan keluar dari perlambatan di paruh kedua tahun ini, dengan asumsi kebijakan stimulus China dapat menghidupkan kembali permintaan barang asal Jepang di sana.

Kekhawatiran terbesar di antara para pembuat kebijakan BOJ adalah bahwa pelemahan ekspor dan output akan merusak sentimen perusahaan, mendorong perusahaan untuk menunda belanja modal dan kenaikan upah.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search