Pertumbuhan Ekonomi China Tahun Lalu Paling Lambat dalam 10 Tahun

Pertumbuhan Ekonomi China Tahun Lalu Paling Lambat dalam 10 Tahun

Jum'at, 18 Januari 2019 17:17:08 WIB

Ekonomi China tumbuh pada laju paling lambat dalam hampir tiga dekade pada tahun 2018, demikian prediksi para analis dalam jajak pendapat AFP. Ekonomi China mengalami hantaman ketika pemerintah berjuang untuk menahan hutang yang membengkak dan perang dagang dengan AS yang merusak output industri.

Survei terhadap 13 ekonom juga memperkirakan ekspansi dalam tiga bulan terakhir akan berada pada titik terlemah sejak krisis keuangan global 10 tahun lalu.

Angka-angka ini adalah yang terbaru dalam tren jangka panjang yang telah mendorong para pejabat untuk bersumpah mereka tidak akan membiarkan ekonomi "jatuh dari tebing" dan mengumumkan langkah-langkah dukungan termasuk pemotongan pajak dan melonggarkan perbankan menyalurkan kredit ke masyarakat dengan memotong syarat cadangan kas perbankan untuk kedua kalinya di tahun ini.

Para ekonom memprediksi GDP China hanya tumbuh 6,6 persen selama tahun lalu, menjadikannya sebagai yang terburuk sejak 1990, ketika ekonomi terkontraksi sebagai akibat ketidakstabilan politik pasca-penumpasan demonstrasi mahasiswa di Lapangan Tiananmen setahun sebelumnya.

"Momentum ekonomi jelas melambat," kata Raymond Yeung, ekonom di bank ANZ.

Ekonom di China dan luar negeri telah lama menduga data dari pemerintah China di-markup, dengan seringkali pemerintah menghibur diri dengan mengatakan target GDP berhasil dicapai.

Sebuah lembaga think tank bisnis global yang sangat dihormati, Conference Board yang berbasis di AS, mengatakan metodologinya menunjukkan pertumbuhan GDP China hanya 4,1 persen di tahun lalu.

Hubungan dengan mitra dagang utama Amerika Serikat memburuk tajam tahun lalu setelah Presiden Donald Trump mengenakan tarif pada sekitar setengah jumlah impor dari China dalam upaya untuk memaksa konsesi perdagangan dari Beijing.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search