Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun Ini Dinilai Lebih Sehat

Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun Ini Dinilai Lebih Sehat

Jum'at, 11 April 2014 09:30:27 WIB

Monexnews - Bank Indonesia memprediksi, pertumbuhan ekonomi tahun 2014 sebesar 5,5-5,9 persen, dengan pertumbuhan investasi diperkirakan mencapai 5,4-5,8 persen, lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya sebesar 4,7 persen. Ekonomi kita turun (dibandingkan tahun lalu) misalnya menjadi 5,5 sampai 5,9 persen, tapi ini sehat. Seperti manusia, badan slim tapi sehat, daripada kita tumbuh 6,2 persen, gemuk tetapi banyak penyakit, demikian diungkapkan Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Solikin M. Juhro. Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,5-5,9 persen tersebut didorong oleh tingginya konsumsi swasta serta peningkatan kinerja ekspor. Diperkirakan, pertumbuhan konsumsi swasta mencapai 4,9-5,3 persen, sementara pertumbuhan ekspor mencapai 8,1-8,5 persen. Dari sisi investasi, pihaknya memperkirakan, akan terjadi peningkatan dibandingkan tahun lalu, sejalan rencana revisi Daftar Negatif Investasi (DNI). Kondisi ini membuat prosfektif positif terhadap investor. Diperkirakan pertumbuhan invetasi tahun ini sebesar 5,4 -5,8 persen. Lebih lanjut ia mengungkapkan, dari sisi sektoral pertumbuhan ekonomi akan didukung oleh semua sektor. Dua sektor yang memiliki pertumbuhan tinggi adalah sektor transportasi dan komunikasi, sebesar 10,5 -10,9 persen dan sektor perdagangan, keuangan, real estate dan jasa perusahaan sebesar 6,5-6,9 persen. Sementara itu, sektor industri pengolahan diperkirakan tumbuh sebesar 5,3-5,7 persen.(ans)
Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia www.kemenkeu.go.id *disadur tanpa perubahan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search