Pertumbuhan GDP Indonesia Kuartal Pertama Di Bawah Estimasi

Pertumbuhan GDP Indonesia Kuartal Pertama Di Bawah Estimasi

Senin, 05 Mei 2014 12:32:41 WIB

Monexnews -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama tidak mencapai estimasi analis setelah kenaikan suku bunga pada tahun lalu yang membatasi jumlah pinjaman dan investasi asing.

GDP Indonesia naik sebesar 5.21 persen dalam periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret dari setahun yang lalu, di laporkan oleh biro statistik nasional di Jakarta pada hari ini. Itu di bandingkan dengan estimasi median sebesar 5.59 persen dalam survey Bloomberg terhadap 15 ekonom.

Pemerintah pada bulan lalu mengatakan bahwa mereka berencana untuk memangkas perkiraan anggaran untuk pertumbuhan GDP tahun 2014 menjadi 5.8 persen dari asumsi sebelumnya yang sebesar 6 persen. Meskipun begitu, Indonesia yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, telah mendapatkan kembali kepecayaan investor pada tahun ini di tengah siklus agresif pada pengetatan suku bunga dalam delapan tahun terakhir di tahun 2013 yang membantu memperkecil selisih defisit transaksi berjalan dan meredakan inflasi.

Ekonomi mungkin akan melambat sampai kuartal ketiga, sebelum sedikit pulih di kuartal ke empat, seiring tingginya suku bunga yang melukai investasi dan konsumsi, kata Arga Samudro, seorang ekonom di PT Bahan Securities di Jakarta sebelum di rilisnya data.

Rupiah saat ini di perdagangkan di kisaran 11.530 per dollar pada pukul 12.29 wib. Rupiah mengalami penguatan terbesar pada tahun ini diantara mata uang negara Asia lainnya yang di ikuti oleh Bloomberg seiring asing menggelontorkan dananya sebesar $2.9 milyar ke dalam pasar saham Indonesia atas tanda-tanda membaiknya neraca perdagangan dan harapan untuk reformasi yang lebih baik dari pemerintahan yang baru setelah pemilu presiden di bulan Juli.

GDP Indonesia naik sebesar 0.95 persen pada kuartal lalu dari tiga bulan sebelumnya. Itu di bandingkan dengan estimasi median untuk pertumbuhan 1.33 persen dalam survey Bloomberg.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search