Pertumbuhan Triwulan III 5,62%, Pemerintah Tetap Optimistis Target Tercapai

Pertumbuhan Triwulan III 5,62%, Pemerintah Tetap Optimistis Target Tercapai

Kamis, 07 November 2013 10:21:06 WIB

Monexnews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2013 mencapai 5,62%. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan III-2013 naik 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012. "Pertumbuhan ekonomi triwulan III-2013 sebesar 5,62% year on year atau secara kumulatif mencapai 5,83%," kata Kepala BPS Suryamin, Rabu (11/6). Menurut Kepala BPS, hal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi diantaranya adalah nilai tukar rupiah. Pada bulan Juni, nilai tukar rupiah terhadap dolar masih di angka Rp9000 tapi pada September sudah menyentuh Rp12.000 per dolar AS. Hal ini, menurut Kepala BPS, sangat berdampak pada perdagangan luar negeri. Sementara itu, kenaikan suku bunga acuan menjadi 7,25 persen dari sebelumnya 6,0 persen juga turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi RI. Ini berdampak pada biaya produksi. Selain itu, indeks harga konsumen dan inflasi cukup tinggi saat itu, walaupun saat ini sudah terkendali, ungkapnya. Menanggapi hasil rilis BPS tersebut, Wakil Menteri Keuangan II (Wamenkeu II) Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III yang mencapai 5,62 persen tidak seperti yang diharapkan pemerintah. Namun, ia mengaku bahwa sudah memperkirakan hal tersebut. Memang tendensi melemahnya kelihatan ya, terutama dari sisi investasi, tapi itu juga karena sebenarnya sudah dalam perkiraan kita, katanya. Menurutnya, pemerintah tetap optimistis hingga akhir tahun bahwa ekonomi akan tumbuh 5,8 persen. Perkiraannya di kuartal IV ada perbaikan, katakan kuartal IV balik ke 5,8 persen lagi, sehingga akhir tahun bisa 5,8 persen, ungkap Wamenkeu II. Menurut Bambang, untuk mencapai target tersebut ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian, antara lain upaya menjaga konsumsi domestik dan investasi. Selain itu, penyerapan akhir tahun pemerintah juga harus dipercepat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan penyerapan yang besar selalu terjadi musiman, secara siklus terjadi akhir tahun ya harusnya terjadi, ungkapnya. (nic)
Sumber: publikasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia www.esdm.go.id *disadur tanpa perubahan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search