Perusahaan Uni Eropa Menarik Investasinya di China

Perusahaan Uni Eropa Menarik Investasinya di China

Rabu, 10 Juni 2015 14:07:05 WIB

Monexnews -Perusahaan -perusahaan Eropa yang melakukan kegiatan bisnis di China memangkas investasinya di tengah meningkatkan kecemasan atas prospek pertumbuhan yang lesu dan berkurangnnya keuntungan disana, ditunjukkan dalam sebuah survei.

Kamar dagang

Uni Eropa di China, sebuah organisasi yang mewakili lebih dari 1,400 perusahaan Eropa yang beroperasi di negara itu, pada hari Rabu mengatakan bahwa banyak dari anggota mereka yang menurunkan ekspektasi untuk masa depan ekonomi China dan bersiap untuk mengurangi biaya-biaya, kebanyakan adalah mengurangi level staff.

Lebih dari sepertiga dari perusahaan Eropa berencana untuk mengurangi biaya, yang termasuk diantaranya adalah perusahaan energi, logistik, mesin dan industri otomotif, menurut kamar dagang Uni Eropa dalam survei terakhir terhadap 541 perusahaan Eropa. Hampir seperlima perusahaan yang disurvei mengatakan bahwa mereka mempertimbangkan untuk mengalihkan beberapa investasi mereka di China ke pasar lain.

Ekonomi China yang tumbuh 7% pada tingkat tahunan di kuartal pertama, adalah kinerja yang terburuk dalam enam tahun. Beberapa ekonom melihat tanda-tanda bahwa ekonomi mungkin belum berbalik menguat kembali meskipun pemerintah meningkatkan jumlah belanjanya serta pengurangan pajak dan suku bunga.

Jorg Wuttke, presiden kamar dagang Uni Eropa mengatakan bahwa para pebisnis saat ini lebih berhati-hati untuk menempatkan uang mereka di China. Sementara itu dia juga mengatakan bahwa pemerintah China sebaiknya jangan menggunakan "alat-alat tuan" untuk mendorong investasi untuk merangsang ekonomi. Ada pergeseran paradigma disini.

Bahkan dengan melambatnya ekonomi serta beberapa perusahaan yang pindah, saat ini juga masih banyak perusahaan yang masih optimis dengan outlook mereka di negara tersebut, ucap Wuttke. Perusahan otomotif masih berencana untuk memperluas bisnis mereka sementara itu perusahaan perawatan kesehatan melihat China sebagai pasar penting untuk pertumbuhan mereka di masa depan. ditunjukkan dalam survei

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search