Pihak Penentang Perpanjangan Brexit Bertambah, Prospek No Deal Brexit Membesar

Pihak Penentang Perpanjangan Brexit Bertambah, Prospek No Deal Brexit Membesar

Jum'at, 22 Maret 2019 17:40:38 WIB

Prospek No Deal Brexit atau Hard Brexit tampaknya semakin besar, kendati Uni Eropa memberi perpanjangan waktu dua pekan, atau hingga 12 April.

Perdana Menteri Austria Sebastian Kurz menyatakan pihaknya menolak perpanjangan waktu Brexit, kecuali parlemen Inggris meloloskan kesepakatan Brexit yang dibuat PM Theresa May dengan pihak Uni Eropa.

Sebelumnya, Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk menyatakan hal sama. Dia mengatakan bahwa Uni Eropa hanya akan mendukung perpanjangan pendek dari batas waktu Brexit 29 Maret hingga 22 Mei jika kesepakatan yang telah mereka buat dengan Perdana Menteri Theresa May disetujui parlemen Inggris minggu depan, dimana banyak orang percaya parlemen akan kembali menolak sehingga peluang no deal lebih besar. Terbaru, Tusk memberi kelonggaran waktu hingga mundur dua pekan dari jadwal 29 Maret namun perpanjangan lebih lanjut hingga 22 Mei mensyaratkan pengesahan kesepakatan oleh parlemen.

Menteri Luar Negeri Perancis juga mengatakan negaranya memiliki pesan yang jelas: Inggris meratifikasi kesepakatan Brexit atau pergi dengan tanpa-kesepakatan. Dia menambahkan jika PM Inggris Theresa May tidak dapat menjamin parlemennya menyetujui kesepakatan, Dewan Eropa akan menolak permintaan untuk memperpanjang Pasal 50.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search