PM India akan Buka Akses Bisnis bagi Pemodal Asing

PM India akan Buka Akses Bisnis bagi Pemodal Asing

Kamis, 05 Juni 2014 11:51:58 WIB

Monexnews - Perdana Menteri India yang baru dilantik 10 hari lalu, Narendra Modi, sepertinya ingin membuka kran investasi sebesar mungkin bagi pemodal asing. Sebagai langkah pertama, pemerintahan Modi akan menghapus beberapa aturan yang menghambat perluasan bisnis perusahaan yang berasal dari luar negeri.

India merupakan pangsa pasar yang propektif bagi perusahaan asing. Selain karena memiliki jumlah warga golongan menengah yang besar, tingkat konsumsi rakyatnya juga cukup besar. Sayangnya, tidak semua perusahaan asing bisa berbisnis di sana karena selama beberapa tahun terakhir pemerintahannya menutup diri dari luar.

Kondisi tersebut kemungkinan berubah drastis seiring terpilihnya Narendra Modi sebagai Perdana Menteri yang baru. Ia dan kabinetnya dikabarkan ingin memberangus aturan-aturan yang melarang pelaku bisnis asing berjualan di negara India. Perubahan kebijakan tata kelola usaha kemungkinan akan diumumkan secara bersamaan dengan pidato APBN paling cepat awal bulan depan. Modi bersiap membuka masuknya investor baru ke dalam sektor ritel India yang perputaran uangnya mencapai $500 miliar, termasuk untuk kedatangan perusahaan besar seperti Wal-Mart, Amazon dan Ebay.

Pemerintah berharap kedatangan pemodal asing bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi India yang stagnan di bawah persentase 5% dalam dua tahun terakhir. Modi telah berbicara dengan pemangku kepentingan di sektor foreign direct investment, sekaligus memastikan dirinya ingin menggenjot kinerja manufaktur dan konsumsi. Pemerintah juga menekankan besarnya prospek bisnis online di wilayah India. Oleh karena itulah, perubahan aturan pertama kemungkinan terpusat pada perdagangan via dunia maya. Perusahaan seperti Amazon dan Ebay, yang dulu kesulitan melakukan penetrasi pasar, dalam waktu dekat bisa bebas menjalin kerjasama dengan supplier lokal dan mengeruk keuntungan. "Kami belum tahu soal itu. Tetapi tentu saja penghapusan aturan akan berdampak bagus, terutama pada sisi pembangunan infrastruktur dan gairah bisnis," ujar juru bicara Amazon kepada Reuters.

(dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search