PM Ukraina: Putin Ingin Mengembalikan Uni Soviet

PM Ukraina: Putin Ingin Mengembalikan Uni Soviet

Senin, 15 September 2014 09:33:33 WIB

Monexnews -

Perdana Menteri Ukraina Aresniy Yatsenyuk mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladmir Putin sedang berusaha untuk mengembalikan Uni Soviet dan mengambil seluruh Ukraina, sementara itu kepala bank sentral Kiev memprediksi ekonomi negaranya mungkin menyusut sebanyak 10% pada tahun ini.

AS memperluas sanksinya terhadap Rusia yang mana mereka memasukan nama bank terbesar di negaranya, OAO Sberbank, ke dalam daftar lembaga yang terkena sanksi karena pertempuran di timur Ukraina. Uni Eropa menambahkan 15 perusahaan, yang termasuk Gazprom Neft, OAO Rosnet dan Transneft, serta 24 orang yang akan di masukan dalam daftar mereka yang akan terkena larangan dari Uni Eropa.

Rusia terkunci dalam kebuntuan dengan mantan musuh Perang Dingin atas konflik bersenjata yang di klaim telah membunuh lebih dari 3,000 jiwa. Putin telah membantah kalau dia mendukung pemberontak pro-Rusia di wilayah timur Ukraina, dimana rapuhnya untuk gencatan senjata yang mana saat ini masih berlangsungnya pertempuran di beberapa wilayah.

"Putin tidak dapat menerima dengan ide bahwa Ukraina akan menjadi bagian dari keluarga Eropa," kata Yatsenyuk pada konfrensi di Kiev kemarin. "Dia ingin mengembalikan Uni Soviet."

"Tujuannya adalah untuk mengambil seluruh Ukraina,' kata Yatsenyuk dalam Yalta European Strategy Annual Meeting. "Rusia merupakan ancaman tatanan global dan keamanan di seluruh Eropa."

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search