Popularitas PM Jepang Makin Turun di Mata Warganya Sendiri

Popularitas PM Jepang Makin Turun di Mata Warganya Sendiri

Senin, 06 Juli 2015 14:05:04 WIB

Monexnews - Popularitas Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, terus menurun dari waktu ke waktu. Menurut hasil survei Mainichi Shimbun akhir pekan kemarin, untuk pertama kalinya jumlah warga yang tidak senang dengan kinerja Abe lebih banyak dibandingkan mereka yang puas. Dari seluruh responden yang disurvei oleh Mainichi Shimbun, sebanyak 43% mengaku tidak puas dengan hasil kerja Shinzo Abe sejak ia menjabat perdana menteri Desember 2012 lalu. Sementara 42% lainnya menyatakan masih puas dan sisanya abstain. Sementara dalam survei versi Yomiuri Shimbun, popularitas Abe masih lebih baik yakni mencapai 49% meski untuk pertama kalinya pula ia gagal mendapat lebih dari 50% suara. Faktor yang meruntuhkan kepopuleran Abe tidak lain adalah kehendaknya sendiri menyangkut UU keamanan nasional. Seperti diketahui, sang perdana menteri mengajukan legislasi baru yang memperbolehkan tentara Jepang memberikan bantuan lebih kepada Amerika Serikat untuk mengatasi konflik di wilayah luar Jepang. Warga Jepang menganggap langkah tersebut tidak perlu diambil karena Jepang memiliki masalah sendiri yang lebih besar, terutama di bidang perekonomian. Sebanyak 3 dari 4 responden survei Yomiuri tidak puas dengan kebijakan ekonomi pemerintahnya karena gagal menghasilkan kemajuan. Keputusan parlemen soal proposal keamanan nasional sendiri kemungkinan baru diumumkan bulan September mendatang. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search