Premium Tidak Disubsidi, Impor BBM Turun

Premium Tidak Disubsidi, Impor BBM Turun

Selasa, 10 Februari 2015 10:13:21 WIB

Monexnews - Terhitung 1 Januari 2015, Pemerintah tidak lagi memberikan subsidi untuk BBM jenis Premium. Kebijakan ini berdampak pada turunnya impor BBM, yang diperkirakan hanya sekitar 40 hingga 50 persen dari total kebutuhan dalam negeri. Pelaksana Tugas Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas M. Rizwi J. Hisjam kepada wartawan di Gedung Migas, Senin (9/2), memaparkan, berdasarkan realisasi impor BBM tahun 2014, terdapat perbedaan mencolok antara perencanaan dengan realisasi. Akibatnya, impor BBM membengkak menjadi antara 36 hingga 60 persen. Sementara untuk 2015, dengan tidak disubsidinya Premium, impor BBM diperkirakan hanya berkisar 40 hingga 50 persen. Jadi terdapat penurunan sekitar 10 persen. Tapi angkanya yang pasti (impor BBM), tidak kita dapatkan, jelas Rizwi. Mengenai pengaruh harga minyak dunia terhadap harga BBM di dalam negeri, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Naryanto Wagimin mengatakan, harga minyak dunia saat ini mencapai US$ 46 per barel. Jika harga terus turun dan mencapai US$ 30 per barel, juga berbahaya bagi bagi penerimaan negara. Untuk itu, ada wacana agar harga BBM ditetapkan pada angka minimal tertentu dan selisihnya menjadi tabungan, untuk menutup saat harga minyak tinggi. Kalau nanti akhir tahun harga minyak naik sampai US$ 70 hingga 80 dan harga Premium menjadi Rp 9.500 per liter, mau nggak mau Pemerintah harus memberikan subsidi, ujar Naryanto. Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 39 tahun 2014 Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), yang telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2015, setiap bulannya Pemerintah akan mengumumkan harga BBM. (TW) Sumber: rilis berita Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Republik Indonesia www.migas.esdm.go.id *disadur tanpa penyuntingan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search