Presiden Obama Jawab Kecaman Bos-bos Perusahaan

Presiden Obama Jawab Kecaman Bos-bos Perusahaan

Senin, 04 Agustus 2014 15:25:58 WIB

Monexnews - Perseteruan antara pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan besar di sana semakin meruncing. Setelah dituding tidak becus dalam membuat kebijakan, presiden Barack Obama menyebut para CEO tidak tahu berterimakasih.

Dalam sebuah wawancara majalah akhir pekan lalu, Obama meminta bos-bos perusahaan mengevaluasi kondisi ekonomi Amerika. "Kalau dilihat selama lima tahun terakhir, mereka yang mengeluhkan kebijakan pemerintah adalah mereka yang sekarang berada di atas," sindir Obama. Kritik sang presiden ditujukan kepada
pengusaha-pengusaha yang mengecam kebijakan anti-pebisnis Gedung Putih, termasuk politisi asal Partai Republik.

Salah satu kebijakan yang dianggap tidak pro-pengusaha adalah undang-undang kesehatan dan reformasi finansial Dodd-Frank. Pengusaha industri keberatan dengan rencana pemerintah untuk mengurangi kadar emisi karbon dari pembangkit energi, dan berniat melobi pemerintah untuk menunda regulasi tersebut. "Saya tidak akan ambil pusing dengan kritik mereka. Mereka selalu mengeluh, memang itu tugasnya," tambah Obama. Ia menganggap sejak dirinya menjabat, pelaku usaha sudah menikmati berbagai fasilitas dari pemerintah.

Selain dua aturan tadi, Obama juga mengeluarkan kebijakan baru yang kurang menguntungkan kalangan pengusaha seperti kenaikan upah karyawan. Oleh rivalnya di Partai Republik, cara ini dianggap sebagai kampanye untuk mengerek popularitas Demokrat jelang pemilihan anggota kongres bulan November mendatang. Barack Obama memang dikenal memiliki rekam jejak hubungan yang kurang harmonis dengan pemilik modal dan pengusaha. Di periode pertama masa jabatannya, ia pernah secara langsung menebar ancaman kepada pebisnis yang menentang pola kebijakan pemerintah. "Saya tidak bekerja untuk menolong bankir-bankir gendut di Wall Street," ujarnya dalam sebuah wawancara. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search