Presiden Trump Tandatangani RUU Yang Mendukung Aksi Demonstran Hong Kong Untuk Menjadi Undang-Undang

Presiden Trump Tandatangani RUU Yang Mendukung Aksi Demonstran Hong Kong Untuk Menjadi Undang-Undang

Kamis, 28 November 2019 07:47:10 WIB
Presiden AS Donald Trump telah menandatangani dua rancangan undang-undang (RUU) yang akan mendukung demonstran di Hong Kong untuk menjadi undang-undang pada hari Rabu, meskipun Beijing menyatakan keberatan berulang kali.

Pidato Presiden Trump di Gedung Putih mengatakan bahwa saya menandatangani RUU untuk menghormati Presiden Tiongkok Xi Jinping dan masyrakat Hong Kong. Ini dibuat dengan harapan bahwa para pemimpin dan perwakilan Tiongkok dan Hong Kong akan dapat menyelesaikan perbedaan mereka secara damai yang mengarah kepada perdamaian jangka panjang dan kemakmuran bagi semua.

Kongres mengirim RUU tersebut ke meja Presiden pada pekan lalu, setelah kedua lembaga perwakilan rakyat mengeluarkan undang-undang dengan dukungan dari semua pihak.

RUU pertama akan mewajibkan Departemen Luar Negeri untuk menyatakan sekali setahun bahwa Hong Kong cukup otonom untuk mempertahankan pertimbangaan perdagangan khusus AS, sebuah status yang akan membantu ekonomi mereka. Di bawah penunjukkan itu, Hong Kong tidak akan dikenakan tarif yang telah dipungut oleh Tiongkok. RUU itu juga mengatur potensi sanksi bagi orang yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia di Hong Kong.

Sementara itu untuk RUU yang kedua akan melarang penjualan amunisi seperti gas air mata dan peluru karet ke polisi Hong Kong.

Hong Kong adalah bekas koloni Inggris yang dikembalikan ke pemerintahan Tiongkok di tahun 1997, yang saat ini sedang dilanda aksi protes anti pemerintah selama berbulan-bulan. Awalnya dipicu oleh undang-undang yang memungkinkan ekstradisi ke Tiongkok, kemudian aksi protes berubah menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang lebih luas, termasuk berbagai tuntutan yang lebih kuas seperti demokrasi yang lebih besar dan hak pilih universal.

Pernyataan Presiden Trump pada hari Rabu kembali mempertegas komentar sebelumnya bahwa Tiongkok harus menangani situasi ini sendiri. Meskipun dia juga memperingatkan bahwa perlakuan yang keras terhadap warga Hong Kong dapat menggagalkan negosiasi dagang.
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search