RBA: Mungkin, Untuk Terjadinya Pemangkasan Suku Bunga Kembali

RBA: Mungkin, Untuk Terjadinya Pemangkasan Suku Bunga Kembali

Selasa, 17 Maret 2015 09:05:17 WIB

Monexnews - Bank sentral Australia mengatakan bahwa pemangkasan suku bunga lainnya dapat diperlukan untuk mendukung perekonomian yang berekspansi pada laju di bawah rata-rata, sambil mereka memperingatkan bahwa ada resiko yang muncil di pasar properti komersial di Australia.

Reserve Bank of Australia mengatakan dalam minutes pertemuan tanggal 3 Maret bahwa atas dasar pemikiran saat ini untuk pertumbuhan dan inflasi, para anggota berpandangan bahwa kemungkinan untuk memperlonggar kebijakan moneter lebih lanjut mungkin akan muncul, dimana mereka saat ini meninggalkan suku bunga acuan di level terendah 2,25%. Para anggota melihat manfaat dari memungkinkan beberapa waktu untuk strukturisasi suku bunga dan ekonomi untuk menyesuaikan diri dari perubahan tadi.

RBA mengambil rehat sejenak setelah memangkas suku bunga di bulan Februari, menilai bahwa ekonomi dapat berjalan tanpa stimulus lebih lanjut untuk saat ini di saat pembuat kebijakan menilai data dan juga regulator mendapatkan pegangan pada pinjaman kepada investor mendapatkan properti di Syndey. Pada saat yang sama, bank sentral perlu untuk menurunkan jumlah pengangguran setelah belanja bisnis merosot di saat ekonomi yang sedang berjuang untuk menembukan jalan baru dari pertumbuhan seiring sektor pertambagangn membatasi ekspansi.

Para anggota dewan mencatat bahwa "resiko telah mulai meningkat di pasar properti komersial, yang termasuk para pengembang perumahan tempat tinggal serta properti bukan tempat tinggal," berdasarkan laporan minutes. "Harga dibeberapa segmen pasar telah naik, walaupun tingkat kekosongan tetap tinggi dan kondisi untuk persewaan masih lemah."

Dollar Australia turun ke $0.7622 pada pukul 09.00 wib daru $0.7636 sebelum data dirilis. Para trader menilai sekitar 50-50 kesepmatan bahwa pembuat kebijakan akan memangkas suku bunga lainnya sebesar 0.25% menjadi 2% pada pertemuan bulan April, menurut data swap yang dikompilasi oleh Bloomberg menjelang perilisan minutes.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search