Rebound Bursa Saham di Desember Diragukan Terjadi

Rebound Bursa Saham di Desember Diragukan Terjadi

Senin, 10 Desember 2018 18:39:38 WIB

Bursa saham Asia mengawali pekan ini dengan pelemahan, sebagian besar indeks acuan di bursa saham utama Asia rontok 1-2 persen. Penyebabnya masih pada isu utama tahun ini : kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan dan meningkatnya ketegangan AS-China.

Aksi jual global meluas di Asia tak lama setelah data ekonomi China periode November dirilis akhir pekan lalu, yang menyiratkan berlanjutnya pelemahan permintaan domestik dan internasional.

Perekonomian China mengalami kontraksi lebih lanjut selama akhir pekan, dengan data kunci menandakan angka Neraca Perdagangan yang sebagian besar disebabkan oleh beberapa putaran tarif balas membalas antara AS dan China.

Impor China menyusut hampir 25% menurut angka akhir pekan, dan perang dagang Presiden Donald Trump dengan China memiliki efek sebaliknya yang diinginkan oleh presiden Amerika; alih-alih 'menyeimbangkan' surplus perdagangan Cina dengan AS, pembelian Amerika kini menyumbang 36,7% dari pasar ekspor China

Menambah kekisruhan, ketegangan AS-China semakin meningkat setelah penangkapan Kepala Staf Keuangan Huawei Technologies Co di Kanada atas permintaan Washington. Sabtu lalu, Wakil Menteri Luar Negeri China telah memanggil Duta Besar AS untuk China sebagai protes atas penangkapan tersebut.

Data final GDP Jepang kuartal ketiga mengalami kontraksi 0,6 persen dibandingkan kuartal kedua, sementara estimasi menyatakan kontraksi hanya 0,5 persen dan kuartal sebelumnya yang terkontraksi 0,3 persen.

Melemahnya pasar belakangan ini, menurut Naeimi, manajer investasi AMP Capital Investors Ltd., Sidney, disebabkan oleh "narasi" yang menekan "fundamental," dan mood investor diselimuti keinginan untuk keluar dari pasar.

Bursa saham Australia dan Jepang, menampilkan kinerja terburuk di kawasan. Bursa saham China, juga turun seiring dengan berlanjutnya pelemahan yuan.

Dengan kondisi data pertumbuhan global yang bervariasi dan 'gencatan senjata' 90 hari AS-China, menurut jingyi Pan, ahli strategi pasar IG Asia Pte., kondisi pasar tidak terlihat akan menguat secara signifikan.

"Kesadaran bahwa kondisi ketidakpastian ini akan berlanjut lebih lama dan ini semua tidak mungkin berlalu dalam waktu singkat," ujarnya.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search