Reformasi Pajak AS Perbesar Defisit Neraca Perdangangan AS dengan China

Reformasi Pajak AS Perbesar Defisit Neraca Perdangangan AS dengan China

Senin, 04 Desember 2017 16:11:58 WIB

Monexnews -Presiden AS Donald Trump berencana melakukan reformasi pajak untuk mendorong pertumbuhan tinggi ekonomi Amerika Serikat. Kebijakannya berupa pemotongan pajak perusahaan agar perusahaan AS merelokasi usahanya kembali ke AS sehingga lapangan kerja tercipta.

Namun, sebagian pengamat menilai, program insentif pajak ini justru akan menguntungkan negara-negara importir. Hubungan antara kebijakan pemotongan pajak Presiden Trump dan ekonomi eksternal AS ternyata sederhana.

Penurunan pajak akan mengakibatkan pendapatajn rumah tangga berlebih, yang memicu

konsumsi pribadi, dan investasi hunian, yang secara tidak langsung melarikan duit ke luar negeri. Kedua sektor ini mewakili 85 persen GDP AS. Semua daya beli baru tersebut kemudian menyebabkan meningkatnya permintaan impor, sementara pasar domestik yang meluas bagi manufaktur AS menurunkan tekanan untuk ekspor barang dan jasa mereka.

Hasilnya adalah neraca perdagangan yang memburuk: penurunan surplus perdagangan, atau yang paling sering terjadi, kenaikan defisit perdagangan.

Itulah kemungkinan skenario yang dapat diprediksi dari pemotongan pajak yang dikirim Senat A.S. pada hari Jumat yang lalu.

Oleh karena itu, banyak yang memprediksi bahwa eksportir China, Jepang dan Jerman di AS sangat menantikan meningkatnya pesanan penjualan dari pelanggan Amerika mereka.

Dan kondisi ini dinantikan di saat kondisi bisnis mereka saat ini yang sudah bagus dengan A.S. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, ketiga negara tersebut mengalami surplus gabungan sebesar $ 372 miliar untuk perdagangan dengan A.S.. Itu hampir dua pertiga dari total defisit perdagangan Amerika, dan meningkat 4 persen dari periode yang sama tahun 2016.

(Irdy)


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search