Rencana Invasi Syria Terganjal Restu Parlemen

Rencana Invasi Syria Terganjal Restu Parlemen

Kamis, 29 Agustus 2013 17:05:37 WIB

Monexnews - Rencana Amerika Serikat untuk melakukan agresi militer ke Syria mendapat pertentangan, tidak hanya dari dalam negeri namun juga dari sekutunya. Alasan penggunaan senjata kimia berbahaya oleh militer di bawah komando Bashar al-Assad dianggap belum cukup untuk memulai perang. Presiden Barack Obama belum memutuskan apakah negaranya jadi menyerang Syria. Dalam wawancara terakhirnya, ia menyatakan akan lebih dahulu memberi peringatan tegas kepada pihak yang bertikai. Obama menyebut dirinya tidak ingin Amerika terlibat konflik jangka panjang apabila intervensi memang harus dilakukan. Sementara Syria dan Iran memperingatkan potensi terjadinya perang regional apabila Amerika benar-benar memprakarsai agresi dalam waktu dekat. Kalaupun Obama nantinya memutuskan agresi militer, waktu pelaksanaannya kemungkinan tidak terjadi secara cepat. Amerika membutuhkan dukungan sekutu lamanya, seperti Inggris, untuk memobilisasi simpati masyarakat dunia. Walaupun pihak Washington mengklaim presiden Assad telah menggunakan senjata kimia di wilayah Damaskus pada tanggal 21 Agustus lalu, banyak kalangan berharap Amerika bisa menahan diri. Pada hari Rabu sore waktu London, Perdana Menteri James Cameron menyetujui kehendak politisi Inggris yang menginginkan voting parlemen soal keterlibatan negara itu ditunda dahulu. Sikap pemerintah dan legislatif Inggris mencerminkan keengganan untuk mendukung upaya Amerika, sebagaimana apa yang mereka lakukan pada perang Irak beberapa tahun lalu. Vote persetujuan dukungan invasi ke Timur Tengah diprediksi baru akan digelar pekan depan. Di Amerika sendiri, juru bicara kongres, John Boehner sudah mengirimkan nota tertulis kepada Barack Obama. Pihak legislatif di Washington meminta keterangan lebih jelas tentang rincian wacana penyerangan ke Syria sebelum benar-benar dimulai. Boehner juga mengkritik tentang kurangnya komunikasi Obama dengan kongres terkait kebijakan agresi. Secara terpisah, sudah total 116 anggota dewan (98 Republikan dan 18 Demokrat) menulis surat kepada Gedung Putih dan meminta supaya pemerintah meminta persetujuan kongres sebelum melakukan serangan ke Syria. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search