Rusia-OPEC Mesra karena Punya Kepentingan Sama

Rusia-OPEC Mesra karena Punya Kepentingan Sama

Selasa, 02 Juni 2015 15:23:38 WIB

Monexnews - Hubungan antara Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan negara eksportir minyak besar, Rusia, dikabarkan semakin dekat. Walaupun Rusia bukanlah anggota kartel minyak terbesar dunia itu, kedua pihak memiliki kepentingan yang sama yaitu menjaga pemasukan dari penjualan migas. OPEC dan Rusia dikabarkan telah menggelar pertemuan rahasia pada 13 Mei lalu. Walaupun tidak ada laporan resmi dari keduanya, pelaku pasar percaya kalau meeting digelar untuk membahas soal isu pasokan minyak dunia. Sebagai kelanjutan dari pertemuan bulan lalu, Menteri Energi Rusia, Alexander Novak turut diundang dalam semiannual meeting yang akan digelar pekan ini. Ia juga dijadwalkan bertemu empat mata dengan Sekjen OPEC, Abdalla Salem el-Badri dan beberapa delegasi OPEC dari luar wilayah Teluk. Novak dikabarkan tidak bersedia memenuhi permintaan beberapa anggota 'garis keras' OPEC yang ingin agar Rusia memangkas jumlah produksinya. Kehadiran kami dalam pertemuan OPEC tidak akan membahas soal volume produksi," katanya kepada kantor berita Interfax pekan lalu. Ia berdalih kerjasama antara OPEC dan Rusia hanya sebatas bertukar informasi. Namun demikian ada indikasi keberatan dari beberapa negara OPEC terhadap sikap Rusia itu. Pasalnya perwakilan dari negara utama seperti Kuwait, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab menegaskan tidak ada rencana bertemu dengan pejabat dari Rusia. Kedua pihak terlihat masih saling jual mahal meski dalam faktanya memiliki tingkat ketergantungan yang besar. OPEC dan Rusia memang berkepentingan untuk menjaga harga minyak tetap di posisi ideal. Selama 11 bulan terakhir, harga minyak sudah melemah sebanyak lebih dari 40% ke kisaran $65 per barel dari puncaknya di $115 (Juli). Faktor pemicunya adalah lonjakan persediaan dari hasil eksplorasi minyak shale di Amerika Serikat. Rusia adalah produsen terbesar minyak dunia selain OPEC dengan jumlah produksi mencapai 10,7 juta barel per hari atau melampaui volume lifting Arab Saudi. Alasan inilah yang dianggap oleh banyak pihak sebagai nilai tawar Rusia saat berhadapan dengan OPEC. Apabila OPEC mau merayu Rusia untuk bergabung, maka mereka akan lebih berkuasa dalam menggerakkan harga minyak dunia. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search