Sektor Perdagangan RI Suplus Lagi Berkat Penurunan Impor

Sektor Perdagangan RI Suplus Lagi Berkat Penurunan Impor

Jum'at, 02 Mei 2014 10:54:04 WIB

rial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Indonesia berhasil menciptakan rekor surplus pada sektor perdagangan di bulan Maret 2014. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa trade surplus adalah sebesar $670 miliar. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan torehan bulan Februari ($785 miliar), namun jauh lebih bagus dibandingkan prediksi 10 ekonom yang disurvei Wall Street Journal yakni sebesar $520 miliar. Nilai ekspor Indonesia pada bulan Maret 2014 mencapai US$15.21 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 3.95% dibandingkan ekspor Februari 2014. Demikian juga bila dibandingkan dengan periode Maret 2013, ekspor mengalami peningkatan sebesar 1.24%. Adapun nilai impor Indonesia turun 2.3% (on year) menjadi US$14.54 miliar, namun lebih tinggi 5.4% dibandingkan satu bulan sebelumnya. Surplus yang dihasilkan pada bulan Maret dipengaruhi oleh penurunan minat beli masyarakat terhadap produk impor berkat kebijakan pajak yang ketat dari pemerintah. Ekspor non-migas tercatat senilai US$12.57 miliar atau naik 5.59% dibandingkan angka pada Februari lalu dan lebih tinggi dibandingkan ekspor Maret 2013 yang hanya naik 3.92%. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia untuk periode Januari hingga Maret 2014 mencapai US$44.32 miliar atau menurun 2.42% dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Demikian pula dengan ekspor non-migas, yang turun 2.20% ke angka US$36.45 miliar. Peningkatan terbesar pada ekspor non-migas Maret 2014 terhadap Februari 2014 terjadi pada bahan bakar mineral yakni sebesar US$265.7 juta (14.76%), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada produk perhiasan/permata yaitu sebesar US$63.4 juta (12.54%). Volume ekspor non-migas ke China periode Maret 2014 mencapai angka terbesar yaitu US$1.52 miliar, disusul oleh Amerika Serikat dengan US$1.27 miliar dan Jepang dengan US$1.24 miliar. Kontribusi ketiga negara terhadap total ekspor non-migas Indonesia mencapai 32.03%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) adalah sebesar US$1.32 miliar. Jika dikelompokkan, ekspor hasil industri naik sebesar 3.55% dibanding periode yang sama tahun 2013. Demikian juga ekspor hasil pertanian, yang naik 4.87% dan ekspor hasil tambang dan lainnya, yang turun sebesar 24.19%. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search