SNB Cemaskan Zona Euro, Referendum Emas

SNB Cemaskan Zona Euro, Referendum Emas

Senin, 17 November 2014 08:37:51 WIB

Monexnews - Swiss National Bank menghadapi ujian terbesar dalam 2 tahun pada batas nilai tukar franc miliknya namun mungkin lebih mudah untuk mempertahankannya saat ini daripada saat kecemasan perpecahan zona euro merebak. Franc menguat ke level terkuat sejak September 2012 pada hari Jumat, mendekati batas 1.20 yang diperkenalkan oleh Swiss National Bank sejak tahun 2011 saat penguatan mata uang menekan para eksportir dan menimbulkan ancaman deflasi. Pelemahan pada zona euro baru-baru ini, dan kesiapan European Central Bank untuk menggunakan kebijakan radikal guna mendorong perekonomian, telah melonjakkan permintaan untuk franc. Referendum terhadap cadangan emas Swiss bulan ini juga memainkan peranan. Sementara kecil peluang untuk mendapat persetujuan, hasil "Ya" akan mendorong SNB untuk membeli emas bersama dengan intervensi mata uang.

Meski demikian, aliran modal menuju Swiss telah berkurang tajam semenjak level tinggi pada krisis euro, seiring kcemasan bahwa intervensi akan memicu inflasi. Lebih penting lagi, kesuksesan SNB mempertahankan batas tersebut di tahun 2011 dan 2012 berarti SNB tidak perlu mengintervensi dengan skala yang sama untuk mempertahankan batas tersebut sekarang. "Perbedaan antara saat ini dan tahun 2011 adalah pasar secara luas dan sebagian besar ekonom yakin bahwa intervensi dapat mematahkan spekulasi," ucap Rudolf Strahm, ekonom dan mantan pejabat di Swiss. "Sejumlah pelaku pasar mencoba menyerang franc namun gagal dan merugi. Semenjak itu tidak ada yang berani untuk mencoba lagi."
Franc sempat mencapai level 1.2015 per euro pada hari Jumat lalu, dekat level 1.2010 per euro, level di mana SNB mengintervensi sebelumnya. SNB mengejutkan pasar saat memberlakukan batasan tersebut pada bulan September 2011 setelah franc melejit ke rekor tinggi terhadap euro. Tahun setelahnya, seiring kecemasan keluarnya Yunani dari zona euro merebak, trager gagal mendorong franc menembus batas tersebut. Batas nilai tukar mata uang tersebut telah menjadi tulang punggung kebijakan SNB. Penguatan franc belakangan ini kemungkinan tidak akan memicu aksi beli yang intens, menurut ekonom.

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search